Infografis

Kolaborasi Pacu Konektivitas

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Potensi pariwisata Sulsel sebagai pendorong ekonomi cukup besar. Sayangnya infrastruktur belum memadai. Perlu kolaborasi untuk memacu konektivitas.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, mengatakan untuk membangun Sulsel ke depan, mau tidak mau harus mengedepankan kolaborasi. Sebab, Jika hanya mengadalkan sumber daya alam, maka negara ini hanya akan menjadi pendukung negara-negara yang telah maju.

“Tak ada negara maju tanpa kolaborasi,” katanya saat tampil sebagai Keynote Speaker pada Focus Group Discussion (FGD) Outlook Sulsel 2020 di Baruga Karaeng Pattingalloang, Rujab Gubernur, Sabtu, 21 Desember.

Termasuk dalam memaksimalkan sektor pariwisata, kata dia, kolaborasi adalah kata kunci. Misalnya, pengusaha dan perbankan bersama-sama menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk destinasi wisata.

Nurdin mengatakan potensi pariwisata di Sulsel sangat besar. Destinasi yang bisa dijual pun komplet mulai dari pinggir pantai sampai puncak gunung. Hanya saja konektivitas jadi problem besar.

“Dahulu di zaman Pak Harto (Soeharto), Toraja primadona. Turis selalu ramai datang,” ungkapnya.

Namun sekarang kondisinya jauh berbeda. Kawasan-kawasan wisata baru muncul dan terus memoles diri, seperti Labuan Bajo. Alhasil, destinasi wisata di Sulsel tertinggal. Terutama infrastruktur di lokasi wisata. Maka, akses ke destinasi dan faktor pendukung lain yang perlu dibenahi dengan cepat.

“Kita punya Bira. Tak kalah cantik pantainya dari Bali. Tetapi sayang harus ditempuh 5-6 jam dari Makassar,” bebernya.

Komentar