Mourinho Murka dengan Sandiwara Rudiger

Selasa, 24 Desember 2019 10:12

Insiden yang melibatkan Heung-min Son dan Antonio Rudiger/Sky Sports Main Event

FAJAR.CO.ID, LONDON—Manajer Tottenham Hotspur, Jose Mourinho benar-benar murka dengan aksi Antonio Rudiger dalam insiden kartu merah Heung-Min Son pada laga Spurs kontra Chelsea, kemarin. Menurutnya, Rudiger harus diawasi ketat untuk perannya dalam kartu merah Son.

Son diusir dari lapangan di menit ke-62 setelah ia tertangkap kamera menendang Rudiger dalam aksi spontan karena dilanggar. Wasit Anthony Taylor awalnya tidak menghukum pemain Korea Selata itu. Akan tetapi pejabat VAR Paul Tierney memutuskan secara berbeda dan menyarankan Taylor untuk mengeluarkan kartu merah.

Spurs telah mengajukan banding terhadap keputusan tersebut, yang mengarah pada dugaan pelecehan rasis terhadap bek Chelsea. Mereka kini sedang menunggu untuk mendengar dari Asosiasi Sepak Bola apakah pemain mereka harus menjalani larangan tiga pertandingan.

Mourinho, yang dengan sarkastik berharap Rudiger pulih dari “patah tulang rusuk” setelah pertandingan, mengatakan reaksi over bek timnas Jerman harus menjadi fokus.  Sandiwara seperti yang dilakukan mantan pemain AS Roma itu menurutnya tidak pantas di Premier League.

“Saya berharap Liga Premier masih menjadi Liga Premier dan akan selalu menjadi Liga Premier dan saya pikir fokusnya harus pada Antonio Rudiger dan bukan pada Son. Saya tidak berbicara tentang insiden rasisme, ini adalah hal lain. Saya berbicara tentang insiden itu, kartu merah,” kata Mourinho dikutip dari Sky Sports.

Mantan pelatih Chelsea itu menegaskan bahwa aksi teatrikal Rudiger tidak boleh ada di Liga Inggris. “Di Liga Premier saya suka tidak ada ruang juga untuk apa yang dilakukan Rudiger. Ini adalah Liga Premier. Karena itulah saya mencoba bercanda dan mengolok-oloknya,” tegasnya.

“Ayolah, apakah menurut Anda Rudiger memainkan pertandingan berikutnya atau apakah menurut Anda ia cedera? Saya pikir ia bermain. Dan kita berbicara tentang Son dan tidak membicarakan dia,” sambung The Special One.

Kartu merah kemarin adalah yang ketiga bagi Son sepanjang 2019. Ia pertama kali dikeluarkan dari lapangan karena mendorong Jefferson Lerma di Bournemouth musim lalu. Setelah itu, kartu merah kedua ia terima karena menjegal pemain Everton, Andre Gomes pada November yang mematahkan pergelangan kaki gelandang itu.

Spurs juga mengajukan banding untuk kedua kartu merah tersebut dan memenangkan insiden terakhir. Meski demikian, muncul persepsi bahwa Son memiliki masalah temperamen. Namun, Mourinho bersikeras itu sama sekali tidak benar.

“Reaksi kecil adalah reaksi emosional tetapi masih merupakan reaksi emosional dengan kontrol. Saya tidak berpikir itu berbeda, apa yang terjadi dengan (Mateo) Kovacic dan Dele (Alli) (kedua pemain diberi kartu kuning karena bergulat), dengan apa yang terjadi dengan Son dan Rudiger,” tandasnya. (amr)

Komentar