Penderita HIV/Aids di Pulau Dewata Tembus 22.034 Orang


FAJAR.CO.ID, DENPASAR– Perkembangan penderita HIV/AIDS makin mengkhawatirkan di Bali. Data mengejutkan diungkap Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Povinsi Bali. Sesuai data terbaru, Bali masuk rangking lima besar kasus HIV/AIDS dengan jumlah penderita HIV/AIDS mencapai 22.034 jiwa (1987-November 2019).

Kepala Sekretariat KPA Provinsi Bali, Made Suprapta mengungkapkan Bali menduduki peringkat terbanyak perderita HIV/AID secara nasional. “Dari jumlah kasus secara nasional, Bali di bawah DKI Jakarta dan Jawa Barat,” tegas Suprapta seperti dikutip Radar Bali, Selasa (24/12).

Bahkan tak kalah mengejutkan lagi, dari segi rate (jumlah penduduk), kata Suprapta, Bali masuk urutan atau peringkat dua besar nasional setelah Papua.

Lebih lanjut, Suprapta juga menyampaikan bahwa dari faktor penyebabnya, mengacu data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, faktor resiko penularan HIV/AIDS di Bali tertinggi didominasi akibat perilaku atau aktivitas seksual tidak aman.

Terinci faktor resiko penularan melalui hubungan seksual itu meliputi; heteroseksual sebanyak 16.808 jiwa (76,3 persen), homoseksual 3.247 jiwa (14,7 persen), dan biseksual sebanyak 110 jiwa (0,5 persen).

Selain hubungan seksual, penularan HIV/AIDS melalui konsumsi narkoba dengan penggunaan jarum suntik mencapai 859 jiwa (3,9 persen).

“Sisanya adalah perinatal atau perilahir sebanyak 614 jiwa atau sekitar 2,8 persen dengan sebab tidak diketahui sebanyak 386 jiwa atau sekitar 1,8 persen. Serta faktor resiko tato sebanyak 10 orang,”terang Suprapta.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR