Soal Musda Makassar, Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel Sebut Tak Ada Aturan yang Dilanggar

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Wakil Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sulawesi Selatan, Abd Haris Zainuddin, ikut menanggapi polemik yang muncul terkait hasil Musda PDPM Makassar.

Menurutnya, pasal yang dipermasalahkan oleh tiga formatur terpilih tersebut adalah pasal jumlah struktur pimpinan daerah, bukan soal jumlah formatur. “Itu bukan pasal jumlah formatur, tapi pasal jumlah strukur pimpinan daerah,” kata Haris, Senin malam (23/12/2019).

Karena, lanjut dia, ada pasal lain yang menyebut, tanpa memandang jumlah yang hadir.

“Masa calon pemimpin beralasan ngantuk dan capek. Formatur lain juga ngantuk dan capek, tapi tetap hadir sampai selesai musda,” kritik Haris.

Untuk diketahui, Musyawarah Daerah (Musda) Pemuda Muhammadiyah Makassar berlangsung pada 14-15 Desember 2019. Sesi pemilihan calon formatur berlangsung lancar dan tanpa kendala. Terpilihlah sembilan orang formatur sesuai suara terbanyak yang mereka peroleh.

Musda hingga tengah malam itu baru memunculkan polemik karena dari sembilan formatur, hanya enam orang yang melakukan rapat untuk memilih ketua baru. Tiga orang lainnya memilih pulang beristirahat karena kelelahan. (sam)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar