Untungkan UMKM, Rugikan Konsumen

Kamis, 26 Desember 2019 11:01

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Aturan baru impor barang membawa dampak positif dan negatif. Pedagang domestik diuntungkan, konsumen dirugikan.

SELAMA ini, konsumen bisa langsung membeli barang via lapak dalam jaringan (daring) alias belanja online tanpa harus dikenakan cukai untuk barang yang di bawah harga USD 75 (Rp1.050.000).

Namun, dengan kebijakan baru, semua barang –termasuk yang dibeli daring– dengan harga USD3 (Rp45.000) ke atas, akan kena cukai. Hal ini tentu membuat konsumen dirugikan. Selama ini, mereka dimanjakan dengan harga terjangkau dengan kualitas lumayan via belanja daring dari luar negeri.

“Selama ini saya sering belanja online luar negeri,” kata Wawan, salah seorang warga Kota Makassar, Rabu, 25 Desember.

Sebaliknya, pemberlakuan pajak impor ini sangat menguntungkan pelaku bisnis dalam negeri. Khususnya produk Usaha Kecil, Mikro, Menengah (UMKM) yang harganya bermain di angka tersebut.

Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) DPD Provinsi Sulselbar, Arief R Pabettingi, sangat berharap dengan diturunkannya ambang batas bea masuk ini, setidaknya akan terjadi persaingan yang lebih ketat. Karena selama ini impor barang lewat e-commerce USD3 tidak dikenakan pajak.

Bagikan berita ini:
9
2
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar