Antisipasi Peserta Menumpuk di Kelas III

Jumat, 27 Desember 2019 09:48

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Per 1 Januari 2020, iuran BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri naik. Dikhawatirkan, peserta menumpuk di kelas III.

BANYAK peserta mandiri yang memilih turun kelas lantaran kenaikan iuran yang mencapai 100 persen alias dua kali lipat. Dikhwatirkan, peserta malah bertumpuk di kelas III. Efeknya, rumah sakit (RS) tak bisa menampung semua pasien kelas bawah tersebut.

Salah satunya, Darmayanti, warga Tamalanrea, Makassar. Bersama lima anggota keluarganya, memilih turun ke kelas III dari sebelumnya kelas II.

Sebelumnya, ia membayar Rp306 ribu per bulan. Jika tetap bertahan di kelas II, penjual asongan nasi kuning ini harus mengeluarkan Rp660 ribu. Dengan turun ke kelas III, dia hanya perlu membayar Rp252 ribu.

Anto, warga Jl Toddopuli 10, Makassar, lain lagi. Dia memaksakan bertahan di kelas II. Namun, dengan terpaksa pula, ia harus mengurangi pengeluaran yang sifatnya tidak prioritas. Misalnya nongkrong di warkop, ke mal, dan rekreasi.

Pria dengan 5 anggota keluarga ini mengaku masih membutuhkan BPJS. Walaupun kenaikan iuran memberatkan, BPJS juga kebutuhan penting. “Apalagi saya ini punya anak tiga masih kecil semua dan sering sakit. Saya pernah rasakan dibantu BPJS,” katanya, Kamis, 26 Desember.

Warga lainnya, Arifin, merupakan peserta kelas III mandiri. Dia bertahan tak mundur dari BPJS. Untuk menghadapi kenaikan iuran, yang dilakukan adalah dengan mulai berhemat. Uang belanja mulai dipangkas.

Bagikan berita ini:
10
3
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar