Pengembangan Budidaya Ikan Nila Hasil Rekayasa Genetika BPPT di Toraja


FAJAR.CO.ID,TORAJAUTARA– Pemanfaatan teknologi dan inovasi saat ini terus didorong untuk diimplementasikan dalam berbagai bidang, satu diantaranya sektor pangan.

Pemerintah pun menjadikan ketahanan pangan nasional sebagai salah satu program prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Untuk mendukung suksesnya program satu ini, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pun berupaya memenuhi ketersediaan pangan, khususnya terkait protein hewani melalui penerapan inovasi teknologi.

Sebagai lembaga yang berfokus di bidang kaji-terap teknologi, BPPT kali ini melakukan pengenalan beragam inovasi teknologi di bidang perikanan dan peternakan yang menyasar masyarakat Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Hal ini merupakan salah satu upaya BPPT dalam mendorong peningkatan produktivitas serta pemenuhan ketersediaan pangan di wilayah Indonesia bagian timur.

Tentu saja ini menjadi bentuk dukungan BPPT dalam mendorong suksesnya pemerataan pembangunan nasional.

Dalam acara ‘Sosialisasi dan Pelatihan Teknologi Perikanan Budidaya Ikan Nila Unggul dan Produksi Pakan Ternak’, Sekretaris Utama BPPT Dadan M. Nurjaman mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil melakukan inovasi teknologi berupa rekayasa genetika terhadap spesies ikan Nila.

“Yaitu ikan Nila GESIT (Geneticaly Supermale Tilapia) (air tawar), Nila Salina (air payau), Nila Maharsi (air laut) dan berkontribusi pada pengembangan ikan Nila Nirwana (air tawar),” ujar Dadan, di Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (26/12/2019).

Komentar


KONTEN BERSPONSOR