Petinggi KKSS Sesalkan Orang Parpol Ditunjuk Pimpin PB IKAMI Sulsel

Jumat, 27 Desember 2019 13:36

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Hasil Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa Sulawesi Selatan (IKAMI Sulsel) di Bogor makin berpolemik. Proses penunjukan ketua umum terpilih dianggap melanggar aturan organisasi.

Munas dianggap ternodai dengan penunjukkan sepihak sejumlah cabang terhadap M Iqra Zulfikar W sebagai ketua umum. Wakil Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Wahida Laomo menyesalkan penunjukkan sepihak Fikar, sapaan Iqra Zukfikar yang notabene kader partai politik.

“Katanya anggaran dasar tidak simpatisan partai atau pengurus partai, itu di anggaran dasarnya IKAMI Sulsel, Fikar kan orang Partai Golkar, sekretaris AMPI Sulawesi Selatan,” kata Wahida, Jumat (27/12/2019).

Status pencalonan Fikar sebagai kandidat ketua umum IKAMI Sulsel masih menjadi tanda tanya besar. Terlebih Fikar belum pernah menjabat ketua cabang IKAMI Sulsel bahkan presidium di kepengurusan PB IKAMI Sulsel.

“Percuma juga kan jadi ketua kalau tidak ada legitimasi, yang saya sayangkan, calon ketum PB itu kan paling tidak mahasiswa 2 tahun, kemudian yang kedua dia pernah menjadi ketua cabang, kalau dia di pengurus besar paling tidak dia di presidium. Sementara dari laporan 28 teman-teman cabang di Talang (Asrama Mahasiswa Sulsel di Jakarta) katanya Fikar belum pernah jadi ketua cabang, kemudian katanya bukan mahasiswa,” katanya.

Mantan Ketum PB IKAMI Sulsel periode 1995-1998 itu berharap 28 cabang IKAMI Sulsel yang tergabung dalam Forum Penyelamat Konstitusi dan Organisasi IKAMI Sulsel bisa menyelamatkan IKAMI Sulsel dengan baik.

Komentar