Versi Annas GS, Ada 3 Dosa Besar DP di Makassar

Jumat, 27 Desember 2019 09:07

Mantan Walikota Makassar Ramdhan Danny Pomanto

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Tim penjaringan partai Golkar bekerja marathon melakukan tes and proper tes kepada seluruh calon kepala daerah di Sulsel di Hotel Singgasana Makassar dalam sepekan terakhir.

Ada cerita menarik di arena wawancara tersebut. Salah satu tim penguji internal Golkar Annas GS sempat mengungkapkan ada 3 dosa besar Moh Ramadhan “Danny” Pomanto selama menjabat di Makassar. Tiga dosa besar itu diungkap Annas saat giliran sesi wawancara dengan DP malam tadi di Singgasana.

” Saya ungkap bahwa pak DP itu walikota yang saya kagumi seperti Ridwan Kamil dan Rismaharini. Tapi ada 3 dosa besar yang saya catat dan itu perlu jawaban pak DP,” kata Annas, saat wawancara kepada FAJAR.

Apa dosa besar DP? Pertama menurut mantan sekretaris KPU Sulsel, DP pernah mengungkapkan bahwa Jeneponto paling layak menjadi ibukota Negara RI. Pernyataan itu naik di headline media dan menurut Karaeng Jalling–sapaan Annas GS, mengolok-olok hati orang-orang Jeneponto. Saya pertanyakan kembalikan karena perlu penjelasan lengkap.

Dosa berikutnya, DP menciderai hati ASN di Makassar. Dan ketiga, dosa DP yakni melukai hati partai Golkar saat pemilu 2019 lalu. DP all out di NasDem, tapi ingin mengendarai partai Golkar. Jadi apa maksudnya semua itu?

Saat Annas GS mengungkapkan itu, DP tak mati kutu. DP menjawab dengan diplomatis, menyebut Jeneponto layak jadi ibukota negara karena secara topografi dan geologi paling aman di Indonesia. Aman dari tsunami, punya garis pantai yang panjang. Ada laut dalam dan sebagainya.

Kedua, tentang ASN yang dimutasi sudah sesuai aturan UU ASN. Mengapa sampai dianulir? DP mengatakan, agak bingung juga mengapa demikian.

Terkait yang alasan ketiga, DP juga jawaban yang meyakinkan. “Pokoknya jawaban pak DP mantaplah. Jago memang,” kata Annas. (*)

Komentar


VIDEO TERKINI