Cina Terjemahkan Kembali Semua Kitab Suci yang Bertentangan dengan Partai Komunis


FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Cina berencana menulis ulang Injil, Alquran, dan semua teks suci agama besar lain di Cina, agar sejalan dengan nilai-nilai Sosialisme-Komunisme.

Dikutip dari Daily Mail, (27/12), seorang pejabat tinggi Cina mengatakan, edisi baru kitab suci tidak boleh mengandung konten apa pun yang bertentangan dengan kepercayaan Partai Komunis Cina. Paragraf yang dianggap salah oleh sensor akan diubah atau diterjemahkan kembali.

Meskipun Injil dan Alquran tidak disebutkan secara khusus, Partai Komunis Cina menyerukan evaluasi komprehensif agama klasik yang ada bertujuan mengubah konten yang tidak sesuai dengan kemajuan zaman.

Menurut laporan The Sun, bahwa Cina ingin teks-teks suci semua agama besar ditinjau kembali dan menyesuaikannya dengan era Presiden Xi Jinping. Kendati demikian, Cina secara resmi mengakui semua agama tetapi melakukan pengawasan yang ketat terhadap praktik keagamaan.

Beijing menyoroti, bahwa perumpamaan Yesus Kristus harus sejalan dengan Partai Komunis. Namun, Injil dan Alquran bukan satu-satunya kitab suci yang akan ditinjau. Semua teks suci dari agama besar, termasuk Sutra Buddha, akan ditinjau sesuai dengan kampanye Sinofikasi.

Perintah itu diberikan pada bulan November selama pertemuan yang diadakan oleh Komite Urusan Etnis dan Agama Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Cina, yang mengawasi masalah etnis dan agama di Cina.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar