Pemain Manchester City Frustasi Kalah di Menit Akhir

Sabtu, 28 Desember 2019 08:36

Bernardo Silva/Screenshot/YouTube

FAJAR.CO.ID, WOLVERHAMPTON—Manchester City menelan kekalahan menyakitkan di markas Wolverhampton Wanderers. Sempat unggul 2-0 lebih dulu hingga menit ke-50, mereka harus pulang dengan kekalahan setelah tuan rumah bangkit dan membalikkan keadaan sebelum menang dengan gol menit akhir.

Pemain sayap Manchester City Bernardo Silva yang berbicara kepada Amazon Prime menegaskan, ini sangat mengecewakan. Ia menyebut kesalahan kecil membuat mereka harus menerima kenyataan pahit ini. Salah satu blunder City adalah ketika Benjamin Mendy kehilangan bola di sudut kotak penalti yang berujung gol kedua Wolves. “Kami melakukannya dengan baik sampai kesalahan kecil mengakhiri keunggulan dua gol kami. Kemudian ketika kami benar-benar lelah, kami kebobolan gol ketiga. Upaya itu bagus tetapi frustasi untuk bermain seperti yang kami lakukan dengan 10 pemain dan pergi tanpa poin,” ujarnya di BBC.

Bagi Silva, ini memang pertandingan yang sangat sulit. Apalagi setelah kartu merah Ederson. “Sulit bermain selama 82 menit dengan 10 pemain di sini melawan Wolves, salah satu tim yang paling sulit di Liga Premier,” jelasnya.

Pada laga di Molineux, Wolves (Serigala) julukan Wolverhampton unggul jumlah pemain sejak menit ke-10 setelah kiper City, Ederson dikeluarkan dari lapangan karena melakukan pelanggaran terhadap Diogo Jota di luar kotak penalti.

Namun, City bisa unggul dua gol lebih dulu melalui Raheem Sterling. Gol pertama lahir di menit ke-28 setelah dua intervensi kontroversial oleh VAR. Satu untuk memberi City hadiah penalti, kemudian memerintahkan eksekusi ulang, keduanya diselamatkan Rui sebelum Sterling menyelesaikan bola rebound dari kesempatan kedua.

Raheem Sterling menggandakan keunggulan di menit ke-50. Wolves lalu bangkit di menit ke-55 dengan gol Adama Traore. Pada menit ke-82, Wolves menyamakan kedudukan lewat gol Raul Jimenez.  Kemenangan tuan rumah kemudian ditentukan oleh Matt Doherty di menit ke-89. (amr)

Komentar