Setahun, 1.216 Istri Minta Cerai

Sabtu, 28 Desember 2019 10:12
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID,WONOGIRI– Sejak 2015, kasus perceraian di Wonogiri terus meningkat. Hingga November 2019, sebanyak 1.216 kasus cerai gugat dan 441 cerai talak sudah diputus oleh Pengadilan Agama (PA) Wonogiri. Fenomena tersebut harus segera mendapat perhatian pemerintah. Sebab, perceraian dapat memengaruhi kondisi psikologis anak.

Panitera Muda Hukum PA Wonogiri Kusnan menuturkan, mayoritas kasus adalah cerai gugat. “Cerai gugat itu yang mengajukan istri. Kalau yang mengajukan (cerai) suami, itu cerai talak,” jelasnya, Jumat (27/12).

Ada beragam faktor penyebab perceraian. Di antaranya masalah ekonomi, pertengkaran keluarga, dan sebagainya. Terkait wilayah yang mendominasi kasus perceraian, Kusnan menerangkan belum ada datanya. “Sekarang perincian (kasus cerai) per kecamatan tidak ada. Kalau dulu ada. Kita perlu waktu misal mau menghitungnya,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Badan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (BP2KB dan P3A) Wonogiri Setyorini menuturkan, pihaknya siap memberikan pendampingan.

“Jika ada laporan kekerasan rumah tangga atau setelah bercerai si anak ditelantarkan, kami akan turun tangan,” ucap dia.

Terpisah, Johan (nama samaran) mengaku, perceraian orang tuanya mengubah pandangan hidup. “Orang tua cerai ketika saya berumur 15 tahun. Waktu itu masih kelas X SMA. Mulai dari situ saya merasa dunia ini runtuh. Saya melihat banyak kebohongan. Kemudian saya melihat kenyataan sebenarnya,” beber dia.

Pria 23 tahun itu mulai berani mempertanyakan mengapa ayahnya yang dinilai sebagai sosok religius gagal dalam mempertahankan keutuhan keluarga.

“Ayah dan ibu tiba-tiba tidak saling menyapa. Saya tidak tahu masalahnya apa. Ibu menyimpan sendiri rasa sakitnya. Pasti beliau sangat sedih,” ungkapnya.

Dari pengalaman itu, Johan sangat berharap kasus perceraian dapat ditekan. Mengingat dampak psikologis terhadap anak. Anak yang seharusnya mendapatkan banyak kasih sayang dari orang tuanya, malah dihadapkan pada permasalahan keluarga. (rm2/wa)

(rs/it/per/JPR)

Bagikan berita ini:
4
4
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar