Terduga Pelaku Penyiraman Novel Ditangkap, DPR Bakal Panggil Kapolri

Sabtu, 28 Desember 2019 11:35

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) memberikan keterangan pers terkait tersangka penyiraman penyidik senior KPK, Novel Baswedan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (27/12/2019). Polisi telah mengamankan dua pelaku dengan inisial RM dan RB yang merupakan anggota aktif Polri pada kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Ketua Komisi III DPR, Herman Herry mengatakan penangkapan terhadap dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan oleh Polri patut diapresiasi.

Mengingat penuntasan kasus teror terhadap penyidik KPK tersebut sudah lama ditunggu-tunggu oleh rakyat Indonesia.

Herman mengatakan mengapresiasi kinerja Polri di bawah pimpinan Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis dan Kabareskrim Polri Komjen (Pol) Listyo Sigit Prabowo.

“Setelah beberapa bulan menjabat, janji untuk menuntaskan kasus Novel tersebut dapat direalisasikan. Setidaknya, kasus yang telah terkatung-katung selama bertahun-tahun mulai terkuak,” ujar Herman dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Sabtu (28/12).

Menurut Herman, keberhasilan Polri menangkap kedua terduga pelaku penyerangan sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Karena Presiden Jokowi sebelumnya telah menyampaikan kepada Kapolri untuk menyelesaikan kasus ini secepat-cepatnya.

Herman juga mengusulkan kepada rekan-rekan di Komisi III DPR untuk menggelar rapat dengan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis pada masa sidang berikutnya.

“Hal ini guna menggali informasi lengkap dan menyeluruh dari kepolisian serta mengawal agar penyelidikan kasus ini dilakukan setuntas-tuntasnya,” katanya.

“Terlepas dari profil terduga pelaku penyerangan Novel Baswedan yang merupakan anggota Polri aktif, saya berharap koordinasi aparat penegak hukum dalam pemberantasan korupsi tidak terganggu. Polri dan KPK harus tetap solid bergerak memberantas korupsi,” tambahnya.

Komentar


VIDEO TERKINI