Infografis

Infrastruktur Jalan Paling DiKeluhkan “Setahun, Baruga Sulsel Terima 1.535 Aduan”

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Program Baruga Pelayanan Masyarakat Sulawesi Selatan (Baruga Sulsel) sudah beroperasi setahun lebih. Layanan aduan masyarakat Sulsel ini sudah menerima ribuan aduan, keluhan, saran, hingga apresiasi.

Penanggung jawab Baruga Sulsel, Andi Paisal mengatakan, data hingga pukul 14.00 Wita, Jumat, 27 Desember, sudah ada 1.535 aduan, aspirasi, permintaan informasi dan apresiasi yang masuk.

Total ada 899 aspirasi sudah diselesaikan, 193 sementara berproses, 401 didisposisi, dan 42 aduan belum berproses, karena kekurangan data.

“Aduan paling banyak itu, infrastruktur jalan sekitar 43 persen. Selain itu, ada reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan sekitar 37 persen dan sisanya masalah pendidikan, kesehatan dan sebagainya,” urai Paisal, Minggu, 29 Desember.

Paisal menambahkan, Dinas Bina Marga menjadi organisasi perangkat daerah (OPD) yang terbanyak mendapatkan aspirasi, yakni sebanyak 253 aduan. Kemudian Dinas Perhubungan 168 aspirasi, Dinas Pendidikan 67 aspirasi, Dinas SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang 42 aspirasi, Dinas Kesehatan 34 aspirasi, Dinas SDM 29 aspirasi dan Bapenda 27 aspirasi.

“Sementara untuk kabupaten/kota, terbanyak tentu di Makassar 444 aspirasi atau aduan, kemudian Gowa 103 aduan, Bone 53 aduan, Maros 20 aduan, Luwu 20 aduan, Luwu Timur 19 aduan dan Tana Toraja 13 aduan,” jelasnya.

Baruga Sulsel melayani aspirasi dan aduan masyarakat terhadap berbagai persoalan di masyarakat. Aplikasi aduan ini hadir untuk memberikan ruang publik, kemudahan, kecepatan, dan kepastian menyalurkan aspirasi dan permasalahan masyarakat Sulsel.

Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik, dan Persandian (Kominfo SP), Andi Hasdullah menjelaskan, Baruga Sulsel sudah bisa diunduh di PlayStore.

“Melalui aplikasi ini, masyarakat diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi dan aduannya lewat facebook, instagram, twitter, email, sms, dan web berbasis Android,” tuturnya.

Aplikasi aduan Baruga Sulsel terintegrasi dengan aplikasi aduan Lapor Sp4m yang berlaku secara nasional, sehingga tindak lanjut aduan publik secara sistem terdisposisi penyelesaiannya, berdasarkan kewenangan kabupaten, kota, provinsi, dan kementerian terkait. (fik/rif)

Comment

Loading...