Kasus Novel, DPR Tekankan Jangan Ada yang Ditutupi

Dua tersangka kasus penyiraman Novel Baswedan, RM (bawah) dan RB. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al Habsyi mengatakan bahwa pihak kepolisian perlu transparan dalam pengungkapan kasus Novel Baswedan. Ini perlu dilakukan sampai tuntas supaya tidak menimbulkan spekulasi di publik.

“Kenapa hal ini bisa terjadi, apa motif para pelaku? Karena mereka (RM dan RB, dua tersangka kasus Novel yang berstatus anggota Polri aktif, Red) kan penegak hukum dan penjaga keamanan. Hal ini perlu diungkap dengan jelas,” ujar Aboe saat dihubungi, Senin (30/12).

Saat itu, publik banyak berspekulasi bahwa dalang kasus penyiraman terhadap Novel yang sebenarnya masih melenggang bebas. Menurut Habsyi, hal ini tentu mesti dibongkar kebenarannya.

“Apakah mereka melakukan atas inisiatif sendiri, ataukah sebenarnya ada aktor intelektualnya, ini perlu didalami oleh penyidik. Tentunya kita ingin perkara ini bisa selesai dengan tuntas,” katanya.

‎Untuk diketahui, dua tersangka kasus Novel yang berinisial RM dan RB ditangkap polisi di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Setelah ditangkap, kedua pelaku yang merupakan anggota Polri langsung dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan.

Salah satu tersangka penyerangan Novel yakni RB mengatakan bahwa ia melakukan hal itu atas dasar rasa tidak suka dengan Novel. “Tolong dicatat, saya tidak suka dengan Novel karena dia pengkhianat,” teriak RB di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12). (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad

Comment

Loading...