Korupsi Meningkat di Sulsel, di Sinjai Dana Desa Dipakai Menikah Lagi

Senin, 30 Desember 2019 10:38

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kasus tindak pidana korupsi di Sulsel meningkat selama 2019. Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi melansir data perkara tipikor teregistrasi di PN Tipikor Makassar sebanyak 120 perkara.

Dari 120 perkara korupsi, kerugian negara mencapai Rp95,12 miliar. Jumlah tersebut naik jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang hanya 112 perkara, dengan kerugian negara sebesar Rp61,6 miliar.

Perkara tipikor mandek di tingkat kepolisian juga cukup banyak pada tahun 2019. Khusus Polda Sulsel, total perkara mandek sebanyak 24 kasus, yang terdiri dari tingkat penyelidikan tujuh kasus dan penyidikan 17 Kasus.

Sedangkan tingkat polres di Sulsel ada 36 kasus, terdiri tahap penyelidikan 16 kasus dan penyidikan 20 Kasus.

ACC juga merilis kasus tipikor mandek yang ditangani Kejati Sulsel pada 2019. Total 34 kasus, tahap penyelidikan 26 Kasus dan penyidikan 8 Kasus. Tingkat Kejari di Sulsel tahap penyelidikan 20 kasus dan penyidikan 18 kasus.

Direktur ACC Sulawesi, Kadir Wokanubun mengatakan, dalam lima tahun terakhir ini tindak pidana korupsi mengalami kenaikan. Baik dari segi jumlah perkara atau kerugian negara.

Yang tidak naik adalah vonis perkara korupsi yang hanya mentok di hukuman enam tahun penjara. Tidak sinkron dengan undang-undang tipikor yang menyatakan putusan maksimal 20 tahun.

Komentar