Model Pamer Dada di Wisata Toran Samalem, Polisi Kantongi Identitas Fotografer

Senin, 30 Desember 2019 10:19

FAJAR.CO.ID, PAMEKASAN — Foto model yang memamerkan dada di Wisata Toron Samalem, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, segera terungkap. Polisi mengaku mengantongi identitas model dan fotografer foto tidak senonoh itu.

Kasatreskrim Polres Pamekasan Iptu Andri Setya Putra mengatakan, beberapa waktu lalu ada laporan terkait foto syur di wisata Toron Samalem. Berdasarkan laporan itu, polisi melakukan penyelidikan.

Identitas model yang memamerkan dada dan fotografer sudah dikantongi. Namun, polisi belum bisa merilis identitas itu. Sebab, sampai sekarang masih tahap penyelidikan. ”Identitasnya sudah kami kantongi,” katanya, (28/12).

Proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi belum menaikkan status hukum itu ke penyidikan karena ada beberapa keterangan yang perlu dikumpulkan. Salah satunya keterangan dari ahli.

Diakuinya, pada kasus tersebut beberapa ahli dilibatkan. Di antaranya, ahli bahasa dan ahli teknologi informasi. Ahli bahasa akan didatangkan dari salah satu perguruan tinggi negeri di Jawa Timur. ”Kami butuh keterangan ahli,” kata pria berbadan tegap itu.

Andri menyampaikan, penyelidikan terus berlangsung. Polisi juga berusaha memenuhi alat bukti pendukung lainnya. ”Ahli IT rencananya akan didatangkan dari Kominfo,” katanya.

Aktivis mahaiswa Taufikurrahman mengatakan, kasus foto pamer dada sempat viral di media sosial. Pengelola wisata merasa dirugikan sehingga membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

Viralnya foto pamer dada tersebut juga menjadi perhatian sejumlah masyarakat. Sebab, Pamekasan dengan jargon Kota Gerbang Salam itu seharusnya bebas dari praktik kemaksiatan. Apalagi, lokasinya di tempat umum.

Polisi harus segera mengungkap kasus tersebut. Jika terbukti ada pelanggaran hukum, siapa pun harus dijatuhi sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. ”Kasus ini harus ditangani secara cepat dan adil,” tandasnya.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu viral foto perempuan pamer dada. Lokasi pengambilan foto itu diduga kuat di Wisata Toron Samalem. Pengelola tempat wisata itu melaporkan adanya foto tidak senonoh itu ke Polres Pamekasan.

Laporan terkait kasus pornografi itu teregister dengan Nomor LP/320/XII/2019/Jatim/Res PMK. Laporan itu resmi masuk polres pada Kamis 12 Desember. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
4
10
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar