Soal Penyiram Novel, Pengamat Intelijen: Jiwa Korsanya Memanggil Dia Melakukan Itu

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Dendam dan kebencian yang dilontarkan pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan berinisial RM. Pelaku sampai menyebut Novel sebagai pengkhianat saat digiring aparat kepolisian.

Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta berpendapat dua pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan, RM dan RB melakukan aksi penyiraman air keras karena terpanggil jiwa korsa. Keduanya anggota Polri aktif dan merasa Novel telah mengkhianati institusi yang telah membesarkannya, Polri.

Apalagi, kata Stanislaus, pelaku sempat melontarkan pernyataan bahwa Novel adalah pengkhianat. “Menurut saya yang nilainya paling kuat dijadikan bukti dan diproses adalah ucapan dari pelaku. Karena motif yang memiliki adalah pelaku,” kata Stanislaus melalui keterangan tertulisnya, Senin (30/12).

Dia menambahkan, hubungan antara pernyataan pelaku tentang pengkhianatan Novel dengan aksi penyiraman air keras masih masuk akal. “Jadi ketika dia seorang polisi, pelaku kan seorang polisi aktif, dia merasa institusnya terganggu atau merasa ada pengkhianatan dalam institusinya, jiwa korsanya memanggil dia melakukan itu, bisa saja,” kata Stanislaus.

RM dan RB menyerahkan diri, 2,5 tahun setelah peristiwa penyiram air keras terjadi April 2017. Polri sebelumnya telah membentuk tim pencari fakta kasus penyiraman air keras Novel. Tim menemukan penyiraman air keras diduga terkait sejumlah kasus. Satu diantaranya kasus penembakan pelaku pencurian sarang burung walet ketika Novel masih menjadi anggota Polri. Novel kemudian melepaskan keanggotaan Polri dan memilih masuk sebagai penyidik KPK.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar


Comment

Loading...