FORMI Akan Kembangkan Health Tourism, Belajar Taichi Tak Perlu Ke Tiongkok

Selasa, 31 Desember 2019 08:17

Pengurus FORMI Nasional, setelah rapat Senin, 30 Desember 2019 di Jakarta / IST

FAJAR.CO.ID, JAKARTA—Pengurus Pusat Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) bergerak cepat. Setelah Munas dan Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) V 2019 di Samarinda, Kaltim, 18 November lalu, sederet program kerja kini siap dijalankan pengurus baru.

Rapat pengurus FORMI Nasional, Senin, 30 Desember 2019 di Jakarta mengungkap itu. Dipimpin Ketua Umum FORMI, Hayono Isman dan dihadiri jajaran pengurus seperti Bidang PROMESH, Bidang USAHA, Bidang EKSIBISI & KONVENSI sejumlah even sudah mulai  disiapkan hingga pelaksaan FORNAS VI di Palembang, 2021 mendatang.

“Persiapan dua tahun akan membuat FORNAS semakin bergairah. Kita ingin semua induk olahraga aktif menggelar kegiatan, sekaligus sosialisasi agar FORMI semakin dikenal,” jelas Hayono.

Potensi besar FORMI yang kini menaungi 67 induk olahraga, menurut Hayono, harus dimaksimalkan. Apalagi, dengan beralifiliasi ke TAFISA, yang menaungi cabang olahraga internasional untuk semua kalangan, kesempatan mengorbitkan olahraga asli Indonesia ke level dunia, terbuka lebar.

“Sekarang kita baru dikenal dunia lewat pencak silat. Padahal banyak cabang olahraga yang bisa kita orbitkan,” ujar Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia pada kabinet Pembagunan VI (1993-1998) ini.

Berbagai platform media akan digunakan sebagai media promosi FORMI. Bahkan, dalam waktu dekat, ajang car free day (CFD) setiap pekan di ibu kota, juga akan menjadi panggung promosi.

“Secara bergiliran kita akan menampilkan cabang-cabang dari induk olahraga di bawah FORMI saat CFD. Ada juga klinik olahraga sehingga masyarakat bisa lebih mengenal FORMI dan cabang yang dinaunginya,” jelas Kemalsyah Nasution, Ketua Bidang PROMESH

Bukan hanya sosialisasi. Pada tahun kedua kepengurusan FORMI yang dipimpin Hayono ini, juga akan dikembangkan Health Tourism. Harapannya, wisatawan yang ingin menggeluti yoga, cakramurti, taichi, hingga satria nusantara, akan lebih memilih datang ke Indonesia.

“Masyarakat kita sekarang harus ke Tiongkok untuk belajar taichi, atau ke India untuk mengenal yoga. Padahal di FORMI semuanya sudah ada. Nantinya mereka tak perlu lagi ke luar negeri,” sebut Hayono.

Dalam program kerja yang sudah disusun, FORMI juga akan mengembangkan kerja samanya dengan sejumlah kementerian. Jika selama ini baru berjalan dengan Kemenpora, nantinya Kementerian Kesehatan dan Kemendiknas juga akan diikat dengan Memorandum of Understanding. (amr)

Bagikan berita ini:
1
3
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar