Iran Serukan Balas AS, Ulama Syiah Irak Moqtada al-Sadr Siap Kerja Sama

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, TEHERAN — Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengutuk keras serangan pesawat tak berawak AS yang menargetkan pangkalan Hashd al-Shaabi di Provinsi Anbar, Irak.

Karena itu, IRGC menyatakan rakyat Irak dan pembela berhak untuk membalas tindakan kriminal tersebut.

Dilansir Iranpress, IRGC dalam sebuah pernyataan sangat mengutuk serangan AS terhadap Pasukan Mobilisasi Populer Irak (PMF) yang menewaskan sejumlah orang.

Serangan udara AS di pangkalan PMF menyebabkan sejumlah orang terbunuh dan melukai sejumlah orang dapat dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan nasional.

IRGC menyatakan belasungkawa atas kesyahidan pasukan, menambahkan bahwa mengusir teroris yang menduduki Irak akan menghasilkan stabilitas dan keamanan berkelanjutan.

Pasukan AS di Irak telah melakukan serangan udara terhadap sejumlah fasilitas di provinsi Anbar barat, yang menyebabkan 30 orang tewas dan melukai lebih dari 50 lainnya.

Sementara itu, Ulama Syiah Irak Moqtada al-Sadr mengatakan pada hari Senin bahwa ia bersedia bekerja dengan kelompok-kelompok milisi yang didukung Iran – saingan politiknya – untuk mengakhiri kehadiran militer Amerika Serikat di Irak melalui cara-cara politik dan hukum.

Jika itu tidak berhasil, ia akan “mengambil tindakan lain” bekerja sama dengan saingannya untuk mengusir pasukan AS. Milisi Sadr berperang melawan pasukan AS selama bertahun-tahun setelah invasi Washington dan menjatuhkan Saddam Hussein pada tahun 2003.

Sadr yang menggambarkan dirinya seorang nasionalis menolak pengaruh Iran dan AS, menyerukan pernyataan tentang milisi yang didukung Iran untuk menghindari “tindakan tidak bertanggung jawab” yang dapat digunakan untuk membenarkan serangan terhadap Irak. (fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...