None Temui Zulhas di Kamar Hotel, Sinyal PAN Usung Lagi?

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Irman Yasin Limpo (None) melakukan pertemuan tertutup dengan Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), Minggu, 29 Desember. Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi dan Ketua DPC PAN Kota Makassar Hamzah Hamid ikut dalam pertemuan itu.

Bahkan, Kahfi dan Hamzah yang mengantar None menemui Zulhas di kamarnya di Lantai 17 Hotel Claro and Convention Makassar. Pertemuan tertutup ini disebut-sebut menjadi sinyal kuat, partai berlambang Matahari Terbit itu, akan kembali mengusung None seperti pada 2013 lalu.

None sapaan karibnya terlihat datang sekitar pukul 11.00 Wita bersama para koleganya. Mengenakan luaran jaket hitam, sesampainya di hotel, adik Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo sudah ditunggu Kahfi dan jajaran pengurusnya. Termasuk Hamzah Hamid.

“Iya, Hamzah Hamid dan Pak Kahfi antar ke kamar Bang Zul (Zulhas). Pertemuannya tertutup,” kata Wakil Ketua DPW PAN Sulsel, M Irfan AB yang turut hadir, kemarin.

None pun membenarkan bertemu dengan Zulkifli Hasan. Melalui unggahannya di medsos, mantan Kepala Disdik Sulsel itu menceritakan secara tersirat.

“Selalu ada gelak tawa dan kebahagiaan bila bertemu dengan kawan. Karena, itulah hakikatnya pertemuan antar sahabat. Tanpa tendensi, tanpa kepentingan, dan penuh keikhlasan. Pertemuan dengan sahabat dari Partai Amanat Nasional di Hotel Claro siang tadi,” tulis None.

Zulhas ke Makassar dalam rangka kegiatan konsolidasi bersama seluruh ketua DPW PAN se-Sulawesi. Ada enam provinsi se Sulawesi, diantaranya Sulsel, Sulbar, Sulteng, Sultra, Gorontalo, dan Sulut. Masing masing ketua DPW PAN dari enam provinsi tersebut juga hadir, beserta 80 ketua DPD PAN se Sulawesi.

Sementara itu, Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi mengatakan, None termasuk dari tiga nama yang sedang dipertimbangkan untuk diusung pada Pilwalkot Makassar, 2020 mendatang. Dua nama lain yakni Moh Ramdhan Pomanto dan Munafri Arifuddin.

Anggota DPR RI itu menambahkan, PAN akan sangat hati-hati mengusung. Berbagai pertimbangan diambil sebelum menentukan. “Makassar masih dinamis lah, tapi Januari rekomendasi sudah keluar,” ungkapnya.

Ketua DPD PAN Kota Makassar, Hamzah Hamid masih enggan membuka siapa figur yang diinginkan oleh DPD PAN Makassar. Legislator DPRD Kota Makassar itu hanya menyampaikan, DPP tentunya banyak belajar dari apa yang terjadi pada pilkada 2017 yang lalu.

“Saya rasa DPP mempertimbangkan, dan melihat seperti apa pilkada 2017 yang lalu. Bagaimana jika keinginan kader ditingkat bawah tidak sejalan dengan apa yang dikeluarkan oleh DPP,” tutupnya. (taq-bay/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...