Biaya Makan Napi 2019, Lapas dan Rutan Sulbar Hemat Rp3,6 Miliar

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAMUJU — Sepanjang tahun 2019, lapas dan rutan di Sulbar hemat biaya makan napi dan tahanan sebesar Rp3.626.451.000,00.

Hal itu dampak dari remisi, pembebasan bersyarat (PB), cuti menjelang bebas (CMB), dan cuti bersyarat (CB) yang diberikan kepada napi.

“Tahun 2019 sebanyak 893 napi dapat remisi. Yakni remisi umum 17 Agustus 450 orang dan remisi khusus hari raya keagaman Idulfitri dan natal sebanyak 443 orang,” kata Elly Yuzar Kadiv Pemasyarakatan Kemenkumham Sulbar, Rabu, 1 Januari 2020

Selain itu juga terdapat 228 napi pembebasan bersyarat, 267 menerima cuti bersyarat dan dua napi diberikan cuti menjelang bebas. Dari remisi itu, dihemat biaya makan napi sebanyak Rp908.865.000 dan dari pembebasan bersyarat, cuti bersyarat dan cuti menjelang bebas dihemat Rp2.717.586.000. “Jadi total penghematan Rp3,6 miliar,” kata Elly.

Rinciannya, bila seorang napi dapat remisi atau cuti bersyarat satu bulan, maka yang dihemat adalah 30 hari dikalikan biaya makan per orang perhari yakni Rp19.000 adalah Rp570.000. Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulbar, Harun Sulianto mengatakan remisi diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif.

“Yakni mereka harus berkelakuan baik, aktif mengikuti pembinaan dan telah enam bulan menjalani pidana. Untuk pembebasan bersyarat harus sudah menjalani 2/3 masa pidana,” kata Harun.” Pembebasan bersyarat ini sudah berlangsung sejak zaman kepenjaraan dan diberlakukan di banyak negara. Sehingga sesuatu yang universal agar napi menyadari kesalahannya, memperbaiki diri dan tidak melanggar hukum lagi.

Pemberian remisi ini juga diharapkan dapat mengurangi daya tampung, karena para WBP akan lebih cepat bebas dengan pengurangan masa pidana sekaligus menghemat anggaran negara. (nur/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...