Dokter Kandungan Andaryono Diduga Berbuat Cabul, Korban Anak 15 Tahun

FAJAR.CO.ID, MOJOKERTO-- Usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Mojokerto, status Andaryono sampai saat ini masih aktif sebagai dokter PNS (pegawai negeri sipil) di RSUD Prof dr Soekandar Mojosari.

Pemkab Mojokerto nyatanya belum menjatuhi sanksi atas dugaan persetubuhan terhadap PL, 15, warga asal Kecamatan Jatirejo. Sampai saat ini, pemkab belum menerima berkas resmi, baik dari direksi RSUD maupun polres soal hasil penyidikan atas kasus yang menimpa dokter spesialis penyakit kandungan itu.

’’Belum, kita belum menerima rekomendasi pemeriksaan dari Plt bupati. Biasanya rekomendasi itu turun setelah ada audit direksi RSUD dan laporan tertulis dari polres,’’ tutur Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Mojokerto, Susantoso, Selasa (31/12).

Meski begitu, bukan berarti Andaryono lolos dari ancaman sanksi atas tindakan indisipliner yang disangkakan. Dimana, sesuai PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, pemecatan menjadi ancaman terberat bagi ASN yang terbukti bersalah dan diganjar hukuman penjara lebih dari 2 tahun.

Bahkan, saat dalam proses persidangan pun dr Andaryono harus diberhentikan sementara lebih dulu dari kedinasannya jika mengharuskan ia ditahan polisi maupun jaksa penuntut umum (JPU). Sebelum nantinya diputuskan sanksi tetap berupa pemecatan ketika proses hukumnya telah inkracht atau mempunyai kekuatan hukum tetap.

’’Jika nanti keputusan hukumnya inkracht dan bersangkutan dihukum di atas dua tahun penjara, maka kami berhentikan secara tidak hormat. Kalau tidak terbukti bersalah, ya dianulir sesuai perintah PP,’’ imbuhnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...