Marah, Rakyat Irak Bakar Kedutaan Besar AS di Baghdad

0 Komentar

Orang-orang Irak membakar kedutaan besar AS di Baghdad/ foto iranpress

FAJAR.CO.ID, BAGHDAD– Protes terhadap serangan AS terhadap Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) Irak, membuat pintu masuk kedutaan AS di Baghdad dibakar warga Irak.

Para demonstran Irak berkumpul di depan kedutaan besar AS di Baghdad dan memasukinya pada hari Selasa sambil meneriakkan slogan ‘Matilah Amerika’.

Aksi warga Irak itu sebagai bentuk protes atas serangan Minggu malam oleh pasukan AS di pangkalan Kata’ib Hezbollah, yang merupakan bagian dari PMF.

Atas serangan militer AS itu, setidaknya 25 anggota PMF tewas dan 51 lainnya terluka.

Presiden Irak Barham Salih dan Perdana Menteri sementara Adil Abdul-Mahdi mengutuk serangan AS terhadap PMF.

“Serangan AS terhadap Pasukan Mobilisasi Populer Irak tidak dapat diterima dan bertentangan dengan perjanjian bilateral,” kata Salih dilansir iranpress, Rabu, 1 Januari.

“Serangan AS pada posisi PMF adalah agresi yang keterlaluan dan tidak dapat diterima,” kata Abdul-Mahdi, memperingatkan bahwa itu akan memiliki konsekuensi berbahaya.

Anggota parlemen Irak menyerukan penarikan AS dari Irak. Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, perwakilan Irak menyerukan penarikan pasukan AS dari negara mereka.

“Rakyat Irak menganggap kedutaan ini (kedutaan besar AS di Baghdad) sebagai sarang spionase dan tindakan sabotase terhadap diri mereka sendiri,” kata pernyataan itu.

“Pesan dari rakyat Irak cukup jelas. Mereka menyerukan pengusiran tentara AS dan duta besarnya dari Irak,” tambahnya.

Barham Salih, pada hari Selasa, mendesak demonstran Irak untuk meninggalkan kedutaan AS. “Upaya untuk menyerang kedutaan AS di Baghdad melanggar perjanjian internasional yang harus dipenuhi oleh pemerintah Irak,” kata Salih.

Dia meminta para pemrotes untuk meninggalkan Kedutaan Besar AS di Baghdad dan tidak memperburuk situasi.

Abdul-Mahdi juga meminta semua kelompok untuk segera meninggalkan kedutaan AS. “Setiap tindakan kekerasan terhadap kedutaan besar dan pusat-pusat diplomatik akan dicegah oleh pasukan keamanan dan pelanggar akan dijatuhi hukuman berat,” kata Abdul-Mahdi. (fajar)

Sumber : iranpress
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...