Bandara Halim Perdanakusuma Kembali Normal

0 Komentar

LUSTRASI: Situasi Bandara Halim Perdana Kusuma (Igman Ibrahim/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAkARTA– Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan, Bandara Halim Perdanakusuma pada Kamis (2/1) hari ini sudah mulai kembali normal. Hal ini terjadi setelah lumpuh akibat landasan pacu terendam banjir pada Rabu (1/1) kemarin.

“Hasil inspeksi dan asesmen di lapangan, runway dan lampu sudah dapat berfungsi kembali. Sore ini, Bandara Halim sudah dibuka dan besok sudah bisa operasi normal kembali,” kata Budi Karya dalam keterangannya, Kamis (2/1).

Setelah melakukan peninjauan ke Bandara Halim Perdanakusuma, kata Budi Karya, operasional Bandara Halim telah dibuka sejak Rabu (1/1) pukul 14.30 WIB. Sebelumnya ditutup karena
adanya genangan air di area runway.

Pada Rabu (1/1) kemarin, di Bandara Halim, pesawat yang dapat beroperasi hanya pesawat bertipe sejenis A320 dan Boeing 737 karena landasan pacu belum dapat berfungsi optimal menyusul masih ada genangan air di tepi landasan pacu.

“Diharapkan Kamis (2/1) hari ini bandara sudah dapat berfungsi normal,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto mengatakan, Danlanud Halim Perdana Kusuma sudah melakukan berbagai upaya pengeringan. Mulai dari penyedotan, maupun pengalihan air. Hasilnya sejak pukul 15.00 WIB, lintasan berhasil dikeringkan.

“Mulai 15.30 semua penerbangan baik militer maupun sipil sudah bisa melaksanakan secara normal di bandara Halim,” kata Fajar saat dihubungi, Rabu (1/1).

Selama ditutup, Fajar menyebut ada 22 penerbangan dari Halim yang ditunda. Sedangkan 7 pendaratan di Halim dialihkan ke Bandara Internasional Soekarno Hatta Tangerang, Banten.

Sementara itu, untuk penerbangan militer khusus hari ini memang tidak ada jadwal. Sehingga tidak terdampak genangan ini.

Fajar menyebut, genangan di Bandara Halim Perdanakusuma terjadi karena beberapa sebab. Seperti drainase yang tidak bisa cepat menyerap air hujan karena intensitasnya terlampau tinggi.

“Drainase ini kan kita buang ke luar. Nah tapi, ternyata sungai-sungai di luar itu banjir juga. Itu yang menyebabkan menggenang,” tukasnya. (jpc/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...