Curah Hujan Mencapai 377 Milimeter, Jauh di Atas Kategori Lebat

TRANSPORTASI TERGANGGU: Foto udara kawsan Jatinegara terendam banjir, Rabu (1/1). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

Banjir yang begitu tinggi bahkan menghanyutkan mobil-mobil yang terparkir. Beberapa pul taksi Bluebird dilaporkan tenggelam. Kendati demikian, pihak Bluebird belum bisa menyebutkan angka pasti kerugian. ”Kami saat ini fokus melakukan evakuasi dan pendataan terhadap unit operasional yang terdampak banjir,” ujar Direktur Marketing PT Blue Bird Tbk Amelia Nasution kemarin.

Sekitar pukul 06.00, Bandara Internasional Halim Perdanakusuma tutup. Banjir setinggi 30 sentimeter menutup landasan pacu. Bandara baru dibuka hampir sembilan jam kemudian, yakni pada pukul 14.30. ”Selanjutnya akan dievaluasi lagi bila kondisi runway dapat dioperasikan kembali,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti. Dengan lebar runway 30 meter, pesawat yang dapat dioperasikan sementara adalah jenis A320 dan Boeing 737.

Banjir yang menggenangi landasan pacu Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, berdampak pada penerbangan dari Surabaya. Bandara Internasional Juanda, Surabaya, mencatat ada 9 penerbangan dengan rute keberangkatan SUB (Surabaya)–HLP (Halim) yang terganggu. Perinciannya, 5 penerbangan maskapai Citilink dan 4 penerbangan dengan maskapai Batik Air. Jadwal penerbangan pertama rute Juanda–Halim dengan maskapai Citilink pada pukul 5 pagi bahkan telanjur terbang sebelum mendapat kabar bahwa Bandara Halim ditutup.

”Pesawat sudah take off. Akhirnya mesti divert atau mengalihkan pendaratan ke Cengkareng,” terang Communication and Legal Manager Bandara Internasional Juanda Yuristo Ardhi kemarin (1/1). Pesawat yang awalnya direncanakan mendarat di Halim pun akhirnya landing di Bandara Soekarno-Hatta.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...