Curah Hujan Mencapai 377 Milimeter, Jauh di Atas Kategori Lebat

TRANSPORTASI TERGANGGU: Foto udara kawsan Jatinegara terendam banjir, Rabu (1/1). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

Yuristo menjelaskan, dalam situasi itu, pihak Bandara Juanda melakukan langkah mitigasi. Salah satunya, memastikan ketersediaan ruang tunggu penumpang. Sebab, beberapa jadwal keberangkatan yang tertunda membuat penumpang memerlukan ruang tunggu lebih banyak.

Pihaknya juga terus memonitor status penerbangan dari Halim. Juga, saling meng-update informasi dengan pihak Bandara Halim melalui apron movement control (AMC). Pihak maskapai pun getol diajak berkoordinasi. ”Terutama koordinasi operasional yang berkaitan dengan status penerbangan. Mau tetap lanjut, delayed, atau cancel. Diatur supaya proses itu berjalan tertib dan baik,” tuturnya.

Berdasar pantauan kemarin, mayoritas maskapai penerbangan Juanda–Halim memberlakukan re-rute. Alias memindahkan atau mengalihkan pendaratan ke Bandara Soekarno-Hatta. Namun, beberapa penumpang yang tidak mau delayed dan menunggu memilih refund. Mereka mencari penerbangan lain setelah uang pembelian tiket dikembalikan pihak maskapai.

Namun, sebagian lainnya rela menunggu. Wika Reswati salah satunya. Perempuan yang menghabiskan liburan Natal dan tahun baru di Surabaya sejak 26 Desember 2019 itu mesti kembali bekerja hari ini. Kemarin pagi dia baru mengetahui info bahwa Bandara Halim kebanjiran. Namun, dia tetap berangkat ke Juanda dengan tiket pesawat yang sudah dibelinya dua pekan lalu. ”Sampai Juanda dikasih tahu kalau Halim ternyata ditutup,” ujarnya.

Awalnya, maskapai penerbangan Wika mengumumkan bahwa rute keberangkatan pukul 15.05 di-cancel dan baru bisa terbang hari ini. Namun, tak lama berselang, pihak maskapai mengumumkan bahwa penumpang tujuan Halim dialihkan ke Bandara Soekarno-Hatta pukul 16.15 atau delayed sekitar sejam. ”Sebetulnya lebih dekat dari Halim karena rumah saya Cibubur. Tapi, nggak apa-apa, sabar aja yang penting selamat. Mengalihkan rute gini kan pasti nggak mudah. Karena lalu lintas udara di Bandara Soekarno-Hatta juga pasti padat,” katanya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...