Ini Capaian Pelayanan Hukum dan HAM Kemenkumham Sulbar 2019

0 Komentar

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAMUJU — Tahun 2019 sebanyak empat kabupaten di Sulawesi Barat memperoleh predikat kota peduli HAM yakni Mamasa, Majene, Mamuju, dan Pasangkayu yang diserahkan oleh Direktur Jenderal Hukum dan Hak Asasi Manusia, Mualimin Abdi, pada Hari HAM Sedunia di Bandung, 10 Desember 2019 lalu.

Selain itu, sebanyak 19 naskah akademik Ranperda, 28 Ranperda, Mediasi/Konsultasi sebanyak 5 Perda, Inventarisasi, Klarifikasi, dan Pemetaan sebanyak 30 Raperda telah rampung. Juga, ada 4 Organisasi Bantuan Hukum (OBH) telah memberikan bantuan hukum cuma-cuma bagi masyarakat.

Ada 202 kasus yang ditangani empat OBH tersebut yaitu LBH Citra Justicia, LBH Mandar Yustisi, LBH Keadilan Sulawesi Barat, dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Sulawesi Barat.

Untuk Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual merek telah diajukan 7 pemohon yaitu merek keripik pisang, sabun mandi, minyak goreng, air mineral, beras, dan jasa loundry, sedangkan penerbitan Hak Cipta sebanyak 22 Pemohon yaitu 16 laporan penelitian, 2 karya ilmiah, 2 buku, 1 siaran video, dan 1 jurnal.

“Sebanyak 19.609 pendaftaran fidusia dengan PNBP senilai Rp 1.873.600.000 per tanggal 12 Des 2019,” kata Kadiv Yankum Kumham Sulbar, Sri Lastami, Rabu (2/1/2020).

Pihaknya juga telah melakukan digitalisasi Arsip Fidusia dari 2007 hingga 2013 dengan Jumlah 4.436 dokumen. Kakanwil Kumham Sulbar, Harun Sulianto, mengatakan bahwa pihaknya siap memfasilitasi ranperda agar pro kepada investasi, UMKM, dan kemudahan berusaha.

Untuk kekayaan intelektual akan kerja sama dengan perguruan tinggi agar hasil penelitian didaftarkan hak ciptanya. Juga agar desain tenun mandar, sokamandi, tenun Mamasa di daftar kan hak ciptanya.selain itu indikasi geografis seperti pisang loka perre,ikan Tuing Tuing, kopi mandar, perlu juga didaftarkan agar ada perlindungan hukum dan nilai tambah ekonomi. (rls)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...