Kim Jong-un Bilang Dunia Bakal Saksikan Senjata Strategis Baru

0 Komentar

Penguasa Korea Utara Kim Jong-un. Foto:KCNA via KNS / AFP

FAJAR.CO.ID, PYONGYANG– Korea Utara (Korut) bakal kembali melakukan uji coba senjata pengancur. Melalui KCNA, kantor berita pemerintah, Pemimpin Korut Kim Jong-un tak lagi berkomitmen untuk melanjutkan moratorium rudal jarak panjang dan senjata nuklir.

”Dengan kondisi saat ini, tak ada alasan bagi kami untuk menjalankan komitmen (moratorium, Red),” ujar Jong-un seperti yang dilansir kantor berita Yonhap.

Pernyataan putra bungsu Kim Jong-il itu merupakan transkrip dari akhir rapat paripurna Partai Buruh yang berakhir 31 Desember lalu. Penguasa berusia 36 tahun tersebut membahas banyak hal terkait masa depan Korut. Terutama, aspek ekonomi, militer, dan kedaulatan Republik Rakyat Demokratik Korea.

Dia mengatakan, Korut memang butuh situasi kondusif untuk mengembangkan ekonomi negara. Pengangkatan sanksi AS merupakan salah satu solusi terbaik agar tujuan Korut tercapai. Namun, dia menegaskan bahwa kedaulatan dan keamanan negara lebih berharga daripada pertumbuhan ekonomi. ”Kami tak akan menjual harga diri bangsa,” tegasnya.

Suami Ri Sol-ju itu menambahkan, Korut bakal kembali melanjutkan pengembangan senjata nuklir dan rudal jarak panjang alias intercontinental ballistic missiles (ICBM). Dia berjanji, dunia bakal melihat senjata strategis baru dalam waktu dekat.

Keputusan Korut pada awal 2020 ini cukup janggal. Jong-un lebih memilih menyebarkan transkrip daripada menyampaikannya langsung dalam pidato awal tahun. Padahal, semenjak dia mengambil tampuk kuasa Korut, Jong-un tak pernah melewatkan tradisi yang diwarisi dari Kim Il-sung, sang kakek.

”Dengan merilis pidato partai, Kim bisa bersikap tegas tanpa terlihat menyinggung. Jadi, pesan yang disampaikan lebih lunak,” ujar Leif-Eric Easley, pakar Korut di Ewha Womans University, kepada Agence France-Presse.

Park Won-gon, profesor hubungan internasional di Handong University, mengatakan, cara itu juga jadi solusi untuk menghindar dari kesalahan. Sebab, Jong-un sendiri yang menangguhkan program nuklir karena percaya kepada Donald Trump. ”Saat pidato, Anda mau tidak mau mengaku bahwa Anda melakukan kesalahan di masa lalu,” ungkapnya.

Presiden AS Donald Trump menganggap Jong-un tak akan sembarangan menguji coba senjata nuklir. ”Kami sudah menandatangani kontrak dengan kata denuklirisasi jelas terpampang. Saya yakin dia akan memegang janjinya,” ungkap suami Melania dalam pesta pergantian tahun. (jpc/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...