Pernah Dicuekin dan Ditolak, Evan Dimas Kini Resmi Melamar Pujaan Hatinya

0 Komentar

Evan Dimas melamar kekasihnya, Dewi Zahrani, di kawasan Manukan, Surabaya (31/12). (Angger Bondan/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID — Bintang timnas Indonesia, Evan Dimas, resmi melamar pujaan hatinya, Dewi Zahrani, tepat sehari jelang pergantian tahun. Hal itu pun menjadi momen tak terlupakan bagi jebolan SSB Mitra Surabaya itu.

Tepat pukul 10.30 WIB, rombongan keluarga Evan tiba di rumah Zahra di kawasan Manukan, Surabaya. Raut tegang sangat tampak di wajah pemain yang musim lalu berseragam Barito Putera tersebut. ’’Kalau kata orang Jawa itu ndredeg. Maklum, ini momen penting dalam hidup saya,’’ ucap pemain asli Surabaya tersebut.

Bukan hanya sanak saudara yang kemarin turut mengantarkan Evan melamar pujaan hatinya. Tampak juga eks gelandang Persebaya Surabaya Misbakus Solikin dan bek kiri Madura United Andik Rendika Rama.

Acara lamaran Evan berjalan khidmat. Terlebih saat perwakilan keluarga Evan menyampaikan tujuan kedatangan Evan. Sambutan keluarga Zahra pun sangat ramah. Keluarga Evan tampak sudah cukup dekat dengan keluarga Zahra.

Pemain yang pernah merasakan gelar juara Liga Indonesia bersama Bhayangkara FC pada 2017 itu mengungkapkan, niat melamar Zahra sejatinya sudah lama. Namun, dia baru memantapkan niat tersebut sepulang dari membela timnas di ajang SEA Games 2019 pertengahan Desember lalu. ’’Akhirnya dari tetua keluarga saya diputuskan hari baiknya tepat di hari terakhir tahun 2019 ini,’’ jelas Evan.

Pertemuan keduanya terjadi pada Oktober 2018. Awal pertemuan keduanya sebenarnya tidak spesial. Bahkan, Evan belum memberanikan diri untuk mengajak kenalan. Evan mengakui dirinyalah yang kali pertama jatuh hati pada Zahra.

Sampai akhirnya, Evan memberanikan diri untuk meminta nomor telepon perempuan yang mencuri hatinya itu. Sempat ditolak, akhirnya mantan penggawa Selangor FA itu bisa meluluhkan hati Zahra. Desember 2018 keduanya resmi berpacaran.

’’Awalnya dia cuek, tapi saya tetap berusaha. Alhamdulillah sekarang jadi calon istri saya,’’ kata pemain yang di awal kariernya dipoles oleh almarhum Eko Prayogo itu.

Evan mengaku sifat lemah lembut Zahra membuatnya mantap memilih Zahra sebagai pendamping hidupnya nanti. ’’Zahra menganggap keluarga saya seperti keluarga dia juga. Meskipun saya tidak di rumah, dia sering datang ke rumah dan membantu ibu saya. Itu yang membuat saya semakin yakin,’’ beber pemain berusia 24 tahun tersebut.

Di sisi lain, saat pertama kenal, meski Evan sudah menjadi bintang, ternyata Zahra tak mengenal siapa itu Evan Dimas. Maklum, Zahra awalnya memang bukan pencinta sepak bola. ’’Teman saya bilang bahwa Mas Evan itu pemain timnas. Ya, saya cuma bilang oh saja awalnya. Tapi, Mas Evan usaha terus,’’ ucap Zahra.

Menurut perempuan yang menekuni dunia make-up artist tersebut, Evan adalah sosok humoris. ’’Tapi, di balik kocaknya, dia punya sisi dewasa. Apalagi sejak awal Mas Evan selalu bahas soal rumah tangga. Artinya kan dia serius. Itu yang membuat mantap dengan Mas Evan,’’ lanjut Zahra.

Zahra mengakui tidak mudah menjalin hubungan dengan pemain sepak bola. Bukan soal fans wanita saja yang menjadi ujian. Jarak juga menjadi rintangan bagi keduanya. Mereka menjalani hubungan jarak jauh selama setahun berpacaran. Sebab, Evan membela Barito Putera yang bermarkas di Banjarmasin.

’’Kalau ada apa-apa ya komunikasi lewat telepon saja. Ketemu paling tidak dua bulan sekali. Tetapi, saya sudah paham risikonya bagaimana. Kalau sudah menikah nanti juga penginnya selalu nemenin Mas Evan,’’ jelas Zahra.

Soal penggemar Evan yang banyak dari kaum hawa, Zahra tak pernah risau. Dia sudah sangat memaklumi ketika ada fans yang meminta foto bareng. ’’Nggak pernah cemburu sih kalau sekadar foto. Sudah biasa. Kecuali kalau sampai meluk gitu ya. Tapi, alhamdulilah sampai sekarang tidak ada yang seperti itu. Semoga tidak ada yang seperti itu,’’ ungkap Zahra.

Sementara itu, setelah melamar sang tambatan hati, Evan tak mau terlalu lama untuk segera naik ke pelaminan. Namun, hari pernikahan belum ditentukan. ’’Harus menunggu hitungan dulu. Sebagai orang Jawa ya menghormati adatnya lah. Tetapi, pasti di 2020. Paling tidak pertengahan tahun,’’ ungkap Evan.

Sebagai pemain sepak bola, Evan sadar betul dirinya tidak hanya diam di satu kota. Kemungkinan pindah klub, bahkan pindah kota, tentu ada. Apalagi, usia muda masih terbilang usia emas sebagai pemain. ’’Kalau sudah sah nanti pastinya saya ajak. Kan nggak enak juga kalau harus jauh sama istri. Dia juga sangat paham dengan pekerjaan saya,’’ papar pemain yang menjadi motor ketika timnas U-19 menjadi juara AFF Cup pada 2013 itu. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...