Prediksi Kekuatan Onasis di Pilwalkot, Menyatunya Dua Komunitas Besar dan Jaringan Dokter

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Jelang Pemilihan Wali Kota Makassar, sejumlah nama berpeluang masuk dalam kontestasi sudah mengerucut.

Satu nama yang santer kuat adalah Taufiqqul Hidayat Ande Abdul Latief. Kandidat yang lekat sapaan dr Onasis tersebut dinilai memiliki trend positif jika akhirnya masuk arena perebutan kursi orang nomor satu di Kota Makassar.

Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus berpendapat, Onasis punya geopolitik yang lengkap karena dianggap mewakili dua komunitas besar pemilih di Makassar, yaitu Jeneponto dan Enrekang.

“Onasis bisa menyatukan dua komunitas besar yang mendominasi pemilih Makassar yaitu Enrekang, Jeneponto. Ia punya latar belakang Jeneponto dari mertuanya dan Enrekang dari bapaknya,” katanya.

Jika melihat pengalaman pemilu sebelumnya, faktor geopolitik sangat ikut mempengaruhi. “Pendekatan ini sangat efektif,” jelasnya.

Belum lagi kata dia, Onasis sebagai latar belakang profesi dokter, sangat kuat. Selama ini, Onasis belum menggerakkan di sektor tersebut.

“Kekuatan itu tambah menebal jika istrinya yang juga dokter turut terlibat. Apalagi Onasis ini dikenal dokter murah hati dengan tarif murah berpraktek di wilayah marginal yang padat pemilih di kawasan Maccini dengan pasien hingga ratusan setiap hari,” tutupnya.

Meski belum ada secara resmi, nama Onasis salah satu figur yang dipertimbangkan PDIP untuk diusung. Mengingat, Onasis punya kedekatan keluarga besar dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Selain Onasis, nama lain kuat akan mendapat rekomendasi PDIP yakni Moh Ramdhan Pomanto (Danny) dan Yaqkin Padjalangi.

Tak heran, Danny Pomanto juga dipaketkan dengan Onasis di Pilwalkot. “Jika dipasangkan Danny-Onasis, keduanya akan melahirkan duet yang dahsyat dan sangat mengancam,” tambah mantan Ketua KPU Makassar itu.

Menurut Nurmal, keterpilihan Danny yang tidak bergerak saat ini membelenggu segera teratasi dengan kehadiran Onasis. Sebab menurut konsultan pemenangan pasangan Pammase di Wajo ini, putra tokoh pengusaha Ande Latief ini memiliki banyak pemicu untuk terus menaikkan laju elektabilitas Danny Pomanto.

Selain PDIP, partai lain juga seperti Nasdem hingga sekarang ini masih mempertimbangkan Danny Pomanto dengan Onasis.

Direktur Pascasarjana salah satu perguruan tinggi awasta di Soppeng ini menyebut, Danny dan Onasis sebagai pasangan yang saling membutuhkan.

“Keduanya seperti simbiosis mutualisme. Saling membutuhkan. Seperti misalnya, Danny punya kelemahan dari sisi geopolitik. Dia sulit mengklaim mewakili geopolitik mana, tapi dengan Onasis masalah itu teratasi,” tambahnya. (taq/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...