BSA Land Sasar Pasar Rumah Dua Lantai

0 Komentar

ABE BANDOE/FAJAR PRIMADONA. Calon pembeli mengunjungi rumah contoh CitraLand Tallasa City (CLTC), beberapa waktu lalu. Pergeseran minat hunian ke rumah dua lantai diproyeksikan berlanjut pada 2020 ini.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR— Minat hunian masyarakat mulai bergeser. Kini makin melirik rumah dua lantai dengan harga lebih mahal.

Pada 2020 ini beberapa lini usaha memang tengah memproyeksikan untuk penyesuaian harga. Tak terkecuali bisnis properti.

Sales dan Marketing Manager BSA Land, Agus Risal Andi Yusuf mengatakan, pencapaian BSA Land Makassar di 2019 cukup memuaskan. Royal Sentraland@BTP memberikan kontribusi terbesar.

“Sepanjang 2019 Royal Sentraland@BTP mampu mempertahankan nilai penjualannya hingga akhir tahun dan mampu bersaing dengan kompetitor lain di kelasnya. Tumbuh 5 persen, lebih bagus dari tahun sebelumnya,” katanya, Kamis, 2 Januari.

Pria kelahiran Palopo ini mengaku senang dengan pencapaiannya ini, padahal diketahui 2019 adalah tahun politik. Namun yang dipelajarinya pada tahun lalu adalah, mulai ada pergeseran selera customer yang kini melirik rumah dua lantai yang harganya lebih mahal.

“Kita juga akan (naik) per 1 Februari. Makanya di Januari ini cukup spesial karena masih berlaku harga lama, ini untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada customer yang berlibur di Makassar membeli hunian,” terangnya.

Kenaikan nilai jual ini mempertimbangkan harga tanah dan psikologis daerah sekitar. Naiknya diperkirakan dikisaran 2,5 hingga 5 persen.

“Tahun ini kita memberikan produk yang dibutuhkan dengan kondisi saat ini. Mulai dari pelayanan, komitmen pembangunan dan serah terima tepat waktu, serta kepastian kenaikan nilai investasi,” imbuhnya.

Marketing Komunikasi CitraLand Tallasa City (CLTC), Feky Reken menjelaskan, kalau pada 15 Januari nanti akan ada rencana kenaikan harga. Biasanya naik 5 persen dari harga tanah seperti yang telah dilakuan CLTC tiap tiga bulan sekali.

Apalagi tahun ini, CLTC juga meningkatkan targetnya dari tahun 2019. Jika 2019 menargetkan Rp250 miliar maka 2020 mencapai Rp300 miliar. “Tapi angka pastinya nanti saat raker 16 Januari nanti. Belum diapprove sama direksi,” katanya.

Meski akan kembali naik harga, Feky yakin 2020 akan jadi momen penting market CLTC tumbuh signifikan. Hal ini melihat pada Mei nanti akan dilakukan serah terima cluster Green Stone, Blue Aqua, Yellow Leaf, dan Ruko tahap pertama.

Customer telah memiliki gambaran jika rumah di CLTC sesuai dengan brosur yang ditawarkan. Belum lagi tahun ini juga akan mulai pembangunan klub keluarga yang terdiri atas kolam renang dan gedung serbaguna. Lalu di area Tallasa City juga akan dibangun Living Plaza World hingga Universitas Binus.

“Jadi prospek kami memang sangat positif tahun ini,” yakinnya.

Marketing Manager CitraLand City Losari, Anastasia Winardi menyampaikan, 2019 ini market CitraLand Losari ditutup di angka 115 persen dari target Rp400 miliar. “Progres kami tahun ini akan meningkatkan pemasaran dengan kepercayaan calon konsumen,” kuncinya. (tam/iad)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...