Mandi di Kanal Sungai Saddang, Ahmad Terjebak dalam Lumpur

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Niat Ahmad bermain di bawah guyuran hujan berakhir tragis. Bocah 10 tahun itu meregang nyawa setelah melompat di Kanal Sungai Saddang. Terjebak dalam lumpur.

Ahmad masih sempat dibawa ke rumah sakit. Sayang, tak tertolong lagi. Dia meninggal dunia.

Kejadian tersebut menyita perhatian warga sekitar. Beberapa pria langsung menceburkan diri ke kanal setelah teman korban berteriak minta tolong.

Salah seorang warga, Arman, menceritakan kejadian tersebut sekitar pukul 15.15 Wita. Terlihat ada sekumpulan anak-anak bermain di dekat kanal. Setelah itu korban lompat ke kanal, namun langsung terjebak lumpur sehingga tenggelam.

“Sebetulnya ada dua anak yang lompat, yaitu Ahmad dan sepupunya Rifai. Namun Rifai masih sempat diselamatkan karena bagian kepalanya tidak tenggelam, seperti Ahmad,” kata Arman saat ditemui di sekitar tempat kejadian, Kamis, 2 Januari.

Arman menuturkan, antara Ahmad dan Rifai masih ada hubungan keluarga, yakni sepupu. Kedua korban juga diketahui tinggal bertetangga yang tidak jauh dari tempat kejadian.

“Ahmad sempat dibawa ke rumah sakit tetap tidak terselamatkan, sedangkan Rifai selamat. Kalau tidak salah ada sekitar 30 menit setelah kejadian, baru Ahmad didapat oleh tim Damkar,” ungkapnya.

Tante Ahmad yang juga ibu Rifai, Fitri mengatakan anaknya sempat meminta izin keluar bersama temannya. Namun dia tidak mengetahui bahwa tujuannya bermain di kanal. Pasalnya anaknya selama ini jarang ke kanal, karena tidak bisa berenang.

“Makanya saya kaget, setelah temannya melapor bahwa Ahmad dan Rifai tenggelam di kanal. Saya kaget tetapi masih kuat karena selamat ji anakku. Tapi Erni (ibu Ahmad) langsung pingsan karena mengetahui anak keduanya meninggal,” tambahnya.

Pj Wali Kota Makassar, M Iqbal Suhaeb yang menemui keluarga korban mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang untuk kembali memasang pembatas kanal yang dibuka warga. Hal tersebut bertujuan agar bisa mencegah hal serupa terjadi.

“Saya imbau orang tua melarang anak berenang di kanal atau drainase besar. Pasalnya berpotensi terjadi limpahan air atau tenggelam karena lumpur,” tambahnya. (edo/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...