Pemeliharaan Jalan BBPJN di Wajo Terkesan Mubazir

0 Komentar

Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Sulsel saat melakukan penanganan sementara terhadap jalan amblas di jalur Trans Sulawesi, Desa Mattirowalie Kecamatan Maniangpajo, pada Agustus 2019 lalu. (FOTO: IMAN SETIAWAN P/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Pemeliharaan jalan amblas di jalur Trans Sulawesi, Desa Mattirowalie, Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo terkesan mubazir. Sepanjang 2019, sudah empat kali diperbaiki, namun tetap tidak maksimal.

Warga Desa Mattirowalie, Ambas, mengatakan, perbaikan jalan amblas di dua titik di Mattirowalie sekitar pertengahan Desember 2019 lalu, permukaannya kini terlihat menurun. “Baru-baru diaspal, tapi mau amblas lagi,” ujarnya, Jumat, 3 Januari 2019.

Dia menambahkan, jalur Trans Sulawesi yang merupakan kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar, kerusakannya semakin panjang. Dua titik yang amblas, panjangnya kian bertambah dan melebar.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 13 Koridor Bangkae – Anabanua -Tarumpakae-Batas Kabupaten Luwu, Husni Arafat, menyampaikan, selama 2019 jalur Trans Sulawesi menghubungkan Kabupaten Sidrap tersebut, sudah empat kali perbaikan dengan pemeliharaan lantaran kembali amblas.

“Yang pertama Mei, kita kupas kemudian dilapisi ulang. Kedua dikasih agregat klas A dipadatkan, itu dibulan Juli. Ketiga penanganan sementara akhir Agustus, dan terakhir dipertengahan Desember kita perbaiki lagi untuk penanganan jalur perayaan natal dan tahun baru,” jelasnya.

Penanganan yang dilakukan, tidak bertahan lama. Terbukti sudah empat kali perbaikan. Namun tetap saja amblas, pemeliharaan pun mubazir. Kini dibutuhkan solusi permanen.

Husni membenarkan, sudah seharusnya dilakukan penanganan permanen terhadap jalur Trans Sulawesi tersebut. Namun tersandera masa pemeliharaan.

“Masa pemeliharaan PT Mareraya Multipratama Jaya, baru berakhir Desember 2020 mendatang. Jadi selama belum berakhir kita tidak bisa berbuat penanganan yang betul-betul permanen,” tuturnya.

Dia menyatakan, jalur tersebut termasuk jalan prioritas kedua. Setelah poros Kabupaten Maros hingga Sulbar, karena merupakan jalur logistik.

“Kalau Bangkae sampai batas Kabupaten Luwu, kita prioritaskan kedua. Karena ada Pelabuhan Bangsalae Siwa di Kecamatan Pitumpanua,” nilainya. (man)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...