Balai Pelestarian Cagar Budaya: Gedung Kesenian Sejatinya untuk Seniman

Gedung Societeit de Harmonie. (INT)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) menilai, alih fungsi gedung kesenian menjadi kantor bisa menimbulkan konflik. Utamanya ketika aktivitas para seniman terganggu dengan adanya aktivitas lain.

Kepala Sub Bagian TU BPCB, Nasir, mengatakan, alih fungsi itu sebetulnya tak melanggar. Selama tak ada perubahan dari bangunan awal, lantaran Gedung Kesenian Makassar merupakan peninggalan cagar budaya.

Hanya saja, peralihan fungsi dari bangunan untuk aktivitas kesenian menjadi kantor akan menimpulkan polemik baru. Dia yakin akan ada masalah, antara pengguna gedung serta para seniman yang sudah lama beraktivitas di gedung bersejarah tersebut.

“Apalagi ketika kantor dan aktivitas seni tak terpisah. Ada polemik yang ditimbulkan. Meskipun sebetulnya semua tetap kembali pada pemegang hak milik dan pengelola,” bebernya, kepada FAJAR, Jumat (3/1/2020) kemarin.

Jika tak ingin ada konflik, dia menilai akan lebih baik jika gedung kesenian dikembalikan fungsinya. Sejak zaman Belanda, keberadaan gedung ini memang diperuntukan bagi aktivitas seni. Bukan untuk kantor atau yang lain.

“Tetapi, kalau pemiliknya tetap mau, harus dibuat ruangan khusus tanpa menganggu aktivitas yang ada sekarang. Bangunan yang saat ini ada juga tak boleh diubah,” tambahnya. (ful)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...