Bili-bili Masih Aman

  • Bagikan

“Ternyata cuaca ekstrem bergeser, baru terjadi awal tahun ini. Sehingga pada 20 Januari nanti, kita akan menggelar simulasi penanggulangan bencana di Kabupaten Gowa, bekerja sama dengan JICA (Japan International Cooperation Agency),” ungkap Syamsibar.

Langkah-langkah antisipasi lain yang dilakukan, juga dengan berkoodinasi dengan semua stakeholder termasuk TNI dan Polri. “Warga juga diminta proaktif melaporkan jika melihat gejala atau tanda bencana yang akan hadir,” lanjutnya.

Dana Rp20 M

Sementara, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan terkait kondisi cuaca yang ekstrem sekarang ini, koordinasi dengan kabupaten/kota terus jalan, dan hampir rata memberikan laporan. Untuk anggaran tanggap darurat pada 2020 ini, Pemprov Sulsel menyiapkan anggaran sebesar Rp20 miliar. Nilai tersebut sama dengan tahun sebelumnya.

“Kalau kurang bisa ditambah. Kita lihat situasi nanti,” tuturnya.

Nurdin juga mengimbau masyarakat Sulsel agar lebih cermat melihat perubahan alam, apalagi di musim hujan saat ini. Khusus untuk masyarakat yang berada di perkotaan, Nurdin mengimbau untuk segera bergotong royong membersihkan drainase agar tidak terjadi sumbatan air saat curah hujan tinggi.

“Bagi yang berada di kota yang memang sudah menjadi langganan banjir, upayakan saluran-saluran itu kita bersama-sama bergotong royong membersihkan saluran kita supaya airnya lancar,” katanya.

Menurut mantan Bupati Bantaeng dua periode ini, tersumbatnya drainase di perkotaan menjadi salah satu pemicu meluapnya genangan air. Bayangkan kalau ada sumbatan, hujan sedikit saja akan memicu genangan bahkan banjir karena saluran tidak berfungsi baik. Juga BPBD di seluruh daerah diharap agar siap siaga.

  • Bagikan