Dikukuhkan Jadi Guru Besar UMI, Prof Niniek dengan Segudang Prestasi

0 Komentar


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Prof Dr A Niniek Fariati Lantara MSi patut berbangga. Ia kini dikukuhkan menjadi guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Muslim Indonesia (UMI), di Auditorium Al Jibra, Sabtu (4/1/2020).


Perjuangan panjangnya akhirnya terwujud. Setelah resmi menyandang gelar profesor pada 1 Agustus 2019 lalu, dosen DPK LLDikti Wilayah IX Sulawesi ini resmi dinobatkan sebagai guru besar di bidang Ilmu Manajemen dengan angka kredit 897, hari ini.


“Tentu ini menjadi kebanggan. Menjadi profesor itu tidak mudah. Butuh perjuangan dan menguras banyak waktu,” ujar dia, kepada FAJAR.
Wanita yang akrab disapa Puang Niniek ini telah mengabdi selama lebih 30 tahun sebagai DPK di Fakultas Ekonomi UMI. Selama itu juga, ia begitu tekun mengejar mimpinya agar bisa meraih gelar tertinggi di dunia pendidikan.


Ia menyelesaikan studi S-1 dan S-2 di Universitas Hasanuddin (Unhas) pada bidang ekonomi. Kemudian melanjutkan studi S-3 Manajemen di Program Pascasarjana (PPs) UMI, hingga berhasil meraih gelar guru besarnya dengan penelitian berjudul “Transformasi Gaya Kepemimpinan Perempuan di Era Millenial,”.


Dia mengatakan, isu gender sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Sebab menurutnya, sejak manusia lahir di dunia ini telah dibedakan menjadi dua jenis kelamin yang berbeda, yaitu laki-laki dan perempuan.


“Gender bukan sekadar menyangkut permasalahan yang berhubungan dengan perempuan dan laki-laki, tetapi sangat erat kaitannya dengan masalah kependudukan dan pembangunan sektor ekonomi dan sosial,” kata dia, menjelaskan penelitiannya dengan singkat.


Perjalanannya selama ini juga mencatatkan banyak prestasi. Pada masa Orde Baru misalnya, ia pernah menjadi Ketua KNPI Sulsel. Pada masa itu pula, ia juga pernah menjadi anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Golkar.
“Saya juga pernah diberi amanah menjadi rektor UPRI Makassar selama satu periode. Dan sekarang saya menjabat Ketua KPN Bung LLDikti IX,” tuturnya.


Atas raihannya ini, tak banyak yang bisa ia ucapkan. Hanya ada sejuta terima kasih di benaknya. Apalagi, menjadi seorang profesor bukanlah tugas yang mudah. Ada tanggung jawab yang besar.


“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan saya hingga saat ini. Khususnya keluarga dan kerabat terdekat saya,” pungkasnya.(ism)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...