Serangan Udara Sekutu Amerika Serikat Tewaskan Pimpinan Militer Elit Iran

0 Komentar

Qassem Soleimani. (Press Office of Iranian Supreme Leader/Anadolu Agency/Getty Images)

FAJAR.CO.ID– Pimpinan militer pasukan elit Iran Mayjen Qassem Soleimani tewas dalam serangan udara sekutu Amerika Serikat. Qassem Soleimani, pemimpin sayap Korps Pengawal Revolusi Islam Iran, terbunuh bersama sejumlah rombongan dalam serangan yang dilakukan oleh sekutu Amerika Serikat saat menuju Bandara Internasional Baghdad, Irak. Siapa sebenarnya Qassem Soleimani?

Komandan paramiliter Irak Abu Mahdi al-Mohandes tewas bersama Soleimani dalam kejadian itu. Serangan ini didahului peristiwa awal pekan sebelumnya di mana para pendukung milisi yang didukung Iran berusaha menyerbu kedutaan AS di Baghdad. Peristiwa itu sudah dikonfirmasi oleh Juru Bicara Kelompok Mobilisasi Pasukan Populer (PMF) Irak, Ahmed al-Assadi.

Sebelumnya, Soleimani sudah sering berkunjung ke Baghdad dalam beberapa bulan terakhir. Kematian Mayor Jenderal Qassem Soleimani akan menghilangkan musuh utama Amerika Serikat di Timur Tengah.

Selama ini Qassem Soleimani mendapat dukungan dari Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. Kiprah Soleimani selama ini dikenal mempersenjatai dan melatih milisi Syiah Irak yang menewaskan ratusan tentara AS selama perang melawan Amerika di Irak.

Dan Jenderal Soleimani mengawasi Teheran untuk membantu Presiden Bashar al-Assad yang menang dalam perang saudara Suriah. Jenderal Soleimani terkenal dalam perang delapan tahun berdarah antara Teheran dengan Irak.

Sebagai pemimpin pasukan elit, semasa hidupnya almarhum yang berusia 62 tahun itu memikul tanggung jawab atas operasi rahasia Iran di luar negeri. Dengan diam-diam dia memperluas jangkauan militer Iran jauh ke dalam konflik asing seperti di Suriah dan Irak.

Soleimani memiliki pengaruh diplomatik yang lebih kuat daripada Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif. Karier Soleimani dimulai setelah revolusi 1979 Iran.

Dia adalah seorang pemuda dari keluarga miskin di tenggara pegunungan Iran. Saat di usia 20-an, ia sudah terlibat dalam misi di belakang garis musuh.

Pada akhir 1990-an, Soleimani diberi kendali atas Pasukan Quds, sayap Pengawal Revolusi yang dikhususkan untuk urusan eksternal. Kelompok ini memiliki sejarah panjang, setelah membantu mendirikan Hizbullah di Libanon pada awal 1980-an. Di bawah pengawasan Soleimani mereka memperluas pengaruhnya di wilayah tersebut. Almarhum dikenal menjalankan misinya untuk mendukung gerakan revolusioner di Timur Tengah. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...