Telanjur Cinta, Suami Rela Jadi Korban KDRT Sang Istri

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Selama ini, pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) biasanya laki-laki. Tapi jangan salah, perempuan juga bisa. Kan, zamannya emansipasi. Eh!

Ismaul Choiriyah

Demi cinta, seorang pria gagah pun rela disiksa. Tidak semua sih, hanya yang bucin alias butuh cinta saja. Termasuk Donwori, 35, ini. Yang sanggup dipukul sapu oleh Karin, 25, istrinya, asal tidak diceraikan saja.

"Gak lanang gak wedok podo gendenge, Donwori sisan wes diperlakukan koyo babu, pancet ae cinta. Koyok cinta garai wareg ae," gerutu Mira, tante Donwori di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, awal pekan lalu.

Mira kala itu sedang mengambilkan surat akta cerai kepunyaan Donwori. Karena Donwori merantau, dia dimintai tolong untuk mengambil. Ikhlas sih ikhlas. Namun tampaknya ia masih belum ikhlas dengan perlakuan Karin pada keponakannya.

Mira mengaku, ia adalah kerabat Donwori yang tersisa satu-satunya. Tinggalnya tepat di depan rumah pasutri itu. Karena dekat itulah, dia tahu duduk permasalahannya. "Karin ki wedok tapi wani ambek bojone dewe. Duh yaopo ya istilahe. Gak nduwe hormat blas," cerita Mira.

Mira mengatakan, Karin yang teriak-teriak ke Donwori adalah musik yang ia dengar setiap hari. Tak peduli subuh maupun petang. Bahkan tak jarang, Mira mendengar bunyi piring dipecahkan. Atau Donwori yang mengadu kesakitan karena dicium sapu yang diayunkan Karin.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...