1.030 Orang Dosen Unhas Bergelar Doktor, 293 di Antaranya Profesor

0 Komentar

dent.unhas.ac.id

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Badan Hukum, Universitas Hasanuddin memiliki tanggung jawab mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) masa depan yang memiliki kualitas dan kompetensi, yang dapat beradaptasi dengan berbagai tantangan jaman, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Direktur Komunikasi Unhas, Suharman Hamzah PhD, menjelaskan bahwa untuk mencapai visi tersebut, maka Unhas perlu memiliki keunggulan dalam hal kualitas tenaga pengajar dan tenaga kependidikan.

“Keberadaan tenaga pengajar atau dosen merupakan ujung tombak dari proses pencapaian tri dharma perguruan tinggi. Untuk itu, kami menerapkan kebijakan dan pendekatan pengembangan SDM yang sistematis,” kata Suharman.

Sepanjang tahun 2019, Unhas menambah 26 profesor atau guru besar baru. Penambahan guru besar ini menjadikan jumlah guru besar aktif Unhas menjadi 293 orang. Jumlah ini setara 18.23% dari jumlah dosen aktif Unhas.

Sekretaris Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. H. Nasaruddin Salam, MT, yang membidangi pengembangan SDM di Unhas, menjelaskan bahwa pencapaian bidang SDM Unhas didorong oleh pendekatan yang dilakukan untuk mendorong dosen dan tenaga pengajar memenuhi standar.

Dalam hal penambahan jumlah profesor, Unhas kini secara konsisten meneruskan kepada kementerian bagi dosen-dosen yang sudah memenuhi syarat untuk menjadi guru besar.

“Tahun 2018, kita hanya memiliki tambahan 5 guru besar baru. Tahun ini bertambah 26 guru besar baru. Artinya terjadi kenaikan 520%,” kata Suharman.

Sementara dalam kaitannya dengan dukungan untuk kenaikan pangkat dosen, bidang kepegawaian dan SDM Unhas melakukan pendekatan proaktif. Tahun-tahun sebelumnya, bagian kepegawaian memberikan peringatan kepada dosen yang sudah lama tidak mengurus kenaikan pangkat, agar segera mengurus.

“Sekarang kami mengubah pendekatan. Kami memantau elemen-elemen kenaikan pangkat dosen. Kalau menurut asesmen kami sudah memenuhi syarat, kami akan menyampaikan kepada dosen yang bersangkutan bahwa dia sudah memenuhi syarat untuk naik pangkat, dan kami minta untuk mengurus kenaikan pangkatnya,” kata Prof. Nasaruddin Salam.

Begitu juga untuk dosen-dosen yang sedang dalam proses tugas belajar. Kami memantau sejauh mana proses belajar mereka, dan kendala-kendala apa yang mereka hadapi. Unhas kemudian memberikan fasilitasi untuk membantu agar kendala tersebut dapat diatasi.

“Tahun 2019, dosen Unhas yang menyelesaikan pendidikan doktor berjumlah 41 orang. Ini menjadikan jumlah dosen Unhas yang berpendidikan S3 mencapai 1.030 atau 64,9% dari total dosen Unhas. Sementara 134 lainnya sedang dalam proses menyelesaikan studi,” kata Suharman.

Selain Dosen Tetap PNS, Unhas juga memiliki dosen Tetap NonPNS yang telah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) sebanyak 41 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15% diantaranya bergelar doktor. Dosen Tetap Non PNS memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan Dosen Tetap PNS, baik untuk keterlibatan dalam tri dharma perguruan tinggi, maupun kesempatan pengembangan karir fungsional dan struktural.

Unhas tahun ini juga memulai mengangkat dosen asing. Saat ini terdapat 29 dosen asing yang tersebar di 6 fakultas, yaitu: Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Peternakan.

Sebanyak 38 orang dosen Unhas saat diperbantukan di luar Unhas, dengan status Dosen Perbantuan/Dipekerjakan pada Lembaga, Kementerian dan Lembaga Negara Non Kementerian. Suharman menjelaskan bahwa mekanisme perbantuan ini adalah wujud tanggungjawab pada kepentingan masyarakat dan bangsa, dalam rangka peran sosial Unhas sebagai “hub” pendidikan tinggi Indonesia.

Dari sisi tenaga kependidikan, Unhas terus mendorong peningkatan kapasitas dan kapabilitas staf. Tahun 2019, terdapat 13 kegiatan pengembangan kapasitas yang untuk tenaga kependidikan (staf), yang melibatkan 806 peserta.

“Tenaga kependidikan juga didorong untuk melanjutkan pendidikan. Sebanyak 16 tenaga kependidikan yang menyelesaikan pendidikan sarjana, magister dan doktoral pada tahun 2019, termasuk 25% diantaranya memperoleh gelar doktor,” kata Suharman.

Rincian Jumlah Professor Baru Unhas Tahun 2019

  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis: 5 orang
  • Fakultas Kedokteran Gigi: 5 orang
  • Fakultas MIPA: 3 orang
  • Fakultas Peternakan: 3 orang
  • Fakultas Hukum: 2 orang
  • Fakultas Kedokteran: 2 orang
  • Fakultas Teknik: 2 orang
  • Fakultas Pertanian: 2 orang
  • Fakultas Ilmu Budaya: 1 orang
  • Fakultas Kesehatan Masyarakat: 1 orang

Rincian Jumlah Dosen Unhas Yang Meraih Gelar Doktor dari Berbagai Universitas Dalam dan Luar Negeri tahun 2019

  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis: 2 orang
  • Fakultas Kedokteran Gigi: 2 orang
  • Fakultas MIPA: 6 orang
  • Fakultas Peternakan: 3 orang
  • Fakultas Hukum: 2 orang
  • Fakultas Kedokteran: 8 orang
  • Fakultas Teknik: 2 orang
  • Fakultas Pertanian: 2 orang
  • Fakultas Ilmu Budaya: 3 orang
  • Fakultas Kesehatan Masyarakat: 2 orang
  • Fakultas ISIPOL: 5 orang
  • Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan: 1 orang
  • Fakultas Kehutanan: 1 orang
  • Fakultas Farmasi: 2 orang

Rincian Universitas Tempat Menyelesaikan Studi Doktor Dosen Unhas 2019

  • Dalam Negeri : 28 orang di 7 universitas (UGM, UI, ITB, IPB, Unair, UIN dan Unhas)
  • Luar Negeri : 13 orang di 8 negara (6 orang di Jepang, dan masing-masing satu orang di Inggris, Irlandia Utara, Belanda, Austria, Italia, Finlandia, dan Malaysia).

Penghargaan (Satya Lencana Karya Satya) Kepada Dosen dan Tenaga Kependidikan Unhas Tahun 2019:

  • Masa kerja 30 tahun: 91 dosen dan 21 tendik
  • Masa kerja 20 tahun: 81 dosen dan 13 tendik
  • Masa kerja 10 tahun: 81 dosen dan 60 tendik. (rls)

Laporan Ishaq Rahman (Kasubdit Humas dan Informasi Publik
Direktorat Komunikasi, Universitas Hasanuddin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...