Penasihat Militer Iran Tegaskan AS Akan Menerima Hukuman Setimpal

FAJAR.CO.ID, TEHERAN -- Penasihat militer Iran mengungkap tanggapan terhadap pembunuhan Letnan Jenderal Qasem Soleimani oleh AS tentu akan menjadi tanggapan militer "terhadap situs-situs militer."

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan CNN di Teheran, Hossein Dehghan, mantan menteri pertahanan dan penasihat militer Iran untuk Ayatollah Seyyed Ali Khamenei mengatakan "Jawabannya pasti akan militer dan terhadap situs militer AS".

"Izinkan saya memberi tahu Anda satu hal: Kepemimpinan kami telah secara resmi mengumumkan bahwa kami tidak pernah mencari perang dan kami tidak akan mencari perang," kata Dehghan dilansir iranpress, Minggu, 5 Januari.

"Amerika yang telah memulai perang. Oleh karena itu, mereka harus menerima reaksi yang sesuai dengan tindakan mereka. Satu-satunya hal yang dapat mengakhiri periode perang ini bagi Amerika untuk menerima pukulan yang sama dengan pukulan yang mereka lakukan. Setelah itu, mereka seharusnya tidak mencari siklus baru," tegas Hossein Dehghan.

Mengenai ancaman Trump yang menempatkan 52 target Iran, penasihat Militer Iran menggambarkan sebagai tweet "konyol dan tidak masuk akal."

"Trump juga tidak tahu hukum internasional. Dia juga tidak mengenali resolusi PBB. Pada dasarnya, dia adalah gangster dan penjudi sejati. Dia bukan politikus dan dia tidak memiliki stabilitas mental," tambahnya.

Mengacu pada resolusi United National 2347 yang mengutuk penghancuran warisan budaya yang melanggar hukum, Dehghan mengatakan: "jika Trump ingin memaksakan aturan, logika dan rasionalitas atas keputusannya, ia harus menerima bahwa ia adalah penjahat perang dan harus diadili di pengadilan yang relevan," sebutnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...