Diduga Serobot Lahan Warga, Kepala Desa Atue Malili Diancam Lapor Pidana

Thamrin (paling kiri) memperlihatkan dokumen kepemilikan warga.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kepala Desa Atue Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur, Abdul Hamid diancam oleh warganya sendiri akan dilaporkan pidana ke pihak kepolisian dan kejaksaan melakukan tindak penyerobotan lahan warga dengan membangun kolam renang wisata di lokasi yang menjadi status hak kepemilikan warga.

Perwakilan warga, M Thamrin saat menyambangi redaksi FAJAR, Minggu 4 Januari mengatakan, pihaknya telah berusaha meminta mediasi dengan pemerintah setempat baik kepala desa (kades) dan camat, namu tak mendapat tanggapan.

“Kita sudah berusaha ada mediasi dengan pemerintah setempat, namun tak ditanggapi, sementara di atas lahan itu aktifitas pembangunan kolam terus berjalan. Kalau tidak dihentikan maka kami akan lapor pidana penyerobotan lahan,” kata Thamrin didampingi perwakilan warga lainnya.

Kolam Wisata Desa Atue yang dipersoalkan warga. (IST)

Desa Atue Kecamatan Malili adalah daerah transmigrasi lokal yang telah dibuka sejak tahun 1980-an. Ada 207 orang terdaftar resmi masuk transmigrasi tahun 1988-zaman orde baru, presiden Soeharto.

Proyek kepala desa Atue dengan membangun kolam renang wisata itu menggunakan lahan warga yang memiliki sertifikat tanah. “Ini aneh karena pak desa klaim itu tanah aset desa, sementara tidak bisa membuktikan hak alas hukum atas tanah tersebut,” tambah Thamri.

Berdasarkan data yang diperlihatkan, ada 3 hektare tanah yang memiliki dokumen, terdiri dari 12 orang pemilik lahan perumahan.

Komentar

Loading...