Hal Lain dari Tim Gubernur Sulsel untuk Percepatan Pembangunan, Ikut Kerja Politik

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sulsel rupanya bisa banyak hal.

Selain konsentrasi membantu Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, sebagian dari mereka juga bisa kerja-kerja politik. Tidak banyak dari mereka ikut menganalisa dinamika politik yang terjadi khususnya di Pilwalkot Makassar.

Misalkan saja, nama Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sulawesi Selatan, Prof Dr Yusran Jusuf. Ia bahkan dibidik sebagai salah satu bakal calon wakil wali kota Makassar.

Terkait dorongan ini, guru besar Universitas Hasanuddin (Unhas) itu memberikan respon positif.

Yusran menjelaskan, keputusannya untuk maju atau tidak di Pilwalkot Makassar 2020 mendatang bergantung pada hasil survei terkait peluang dan persepsi masyarakat.

Meski belum ada hasil survei yang dirilis resmi dan membubuhkan namanya, namun sebagai civitas akademika, sudah menjadi salah satu amanah Tri Darma Perguruan Tinggi bahwa para dosen berkewajiban melakukan pengabdian kepada masyarakat.

“Apakah saya setuju (jadi calon wakil walikota.red), jawaban saya: siapa takut!” kata Yusran dalam diskusi di Warkop 212 Toddopuli, Makassar, Minggu (5/1).

Selain di Makassar, nama Yusran juga santer masih kuat disebut akan maju di Pilkada Maros.

Kemudian nama anggota TGUPP lainnya yakni, Jayadi Nas. Beberapa kesempatan ikut menganalisa dinamika politik. Secara Jayadi Nas adalah mantan Ketua KPU.

Bahkan, nama Jayadi Nas dianggap juga sebagai alternatif bakal calon wakil wali kota Makassar.

Direktur Nurani Strategic, Dr. Nurmal Idrus, menyebut figur populer seperti Dr. Jayadi Nas bisa dipertimbangkan.

“Dr. Jayadi Nas bisa dipertimbangkan. Dia mantan ketua KPU Sulsel jadi memahami seluk beluk pemilih, dia juga orang dekat Gubernur Sulsel karena menjadi tim ahli gubernur sehingga bisa diandalkan mengendalikan birokrasi Makassar. Selain itu secara geopolitik Jayadi bisa diandalkan karena sangat kental latarbelakang Jeneponto dan Makassar yang menguasai hampir 50 persen total pemilih Makassar,” kata Nurmal yang juga mantan Ketua KPU Makassar. (taq)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...