Pangdam Dimutasi, Bupati: Namanya Tercatat dalam Buku Memori Kabupaten Bone

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi pamit di Bumi Arung Palakka, Bone. Dia mutasi sebagai Koorsahli KSAD. Namun, nama Surawahadi tetap menjadi bagian dari warga Bone.

Pada 14 Desember 2019 Pemangku Adat Kerajaan Bone memberikan gelar kehormatan adat yakni, “La Patanra Lipu Daeng Pawatang”. Dalam Bahasa Indonesia berarti orang yang mampu memberikan tanda keamanan suatu wilayah.

Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi mengatakan, meski sudah dimutasi ke Mabes, namun tetap menjadi warga Bone. “Karena kami telah memberi gelar adat dan tercatat dalam buku memori Kabupaten Bone,” katanya Senin (6/1/2019).

Fahsar menyebutkan, Surawahadi merupakan sosok yang bisa dikagumi dan disanjung. Kenapa? Karena banyak karakter dan gaya yang cocok di Bone.

Bahkan, Surawahadi juga dikenal memiliki hobi offroad. Ada beberapa kendaraan offroadnya yang ditinggal. “Ini meruoakan hobi yang sama. Bapak Panglima katanya titip kendaraan di Makassar, kalau tidak ada yang urus, biar kami yang urus,” kelakarnya.

Bupati dua periode itu juga memberikan kenang-kenangan kepada Surawahadi berupa keris. Sedangkan Ketua Dharma Pertiwi Daerah G, Endang Surawahadi juga memberikan kenang-kenangan untuk bupati dan nyonya.

Sekadar diketahui Mayjen TNI Surawahadi nantinya digantikan oleh Mayjen TNI Andi Sumangerukka yang sebelumnya menjabat sebagai Sahli Bidang Ideologi dan Politik Badan Intelijen Negara (BIN). Dia merupakan putra asli Bone. (gun/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...