Pembunuhan Qasem Soleimani Awal Pembebasan Palestina dan Penghapusan Israel

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, TEHERAN — Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) mengatakan, respons Iran terhadap pembunuhan Letnan Jenderal Qasem Soleimani oleh AS akan bersifat militer, namun tidak akan terbatas pada tindakan militer.

Pernyataan itu disampaikan saat menerima timpalannya dari Suriah Mayor Jenderal Ali al-Mamlook pada hari Minggu. Laksamana Muda Ali Shamkhani pun menghargai pemerintah dan bangsa Suriah atas belasungkawa karena kemartiran Jenderal Soleimani. Dia mengatakan AS akan segera menyadari bahwa kemartirannya akan jauh lebih berbahaya bagi AS daripada ketika dia masih hidup.

“Media AS mencoba untuk secara keliru menggambarkan orang-orang di kawasan itu bahagia dengan kematian dua komandan populer (Letnan Jenderal Qasem Soleimani dan PMU kedua-di-perintah Abul Mehdi al-Muhandis), tetapi duka kolosal dari negara-negara Irak dan Iran membantah plot mereka,” kata pejabat keamanan itu dilansir iranpress, Senin, 6 Januari.

Shamkhani menambahkan, darah Jenderal Soleimani dan al-Muhandis telah meningkatkan persatuan negara-negara Irak dan Iran.

Ali al-Mamlook pada kesempatan ini menyampaikan pesan belasungkawa pemimpin Suriah, tentara, dan pemerintah kepada Pemimpin Revolusi Islam atas kesyahidan Jenderal Soleimani.

“Martir Soleimani adalah milik semua pejuang kebebasan dan pencari dunia, dan kesyahidannya tentu akan menjadi awal pembebasan Palestina dan penghapusan Israel,” katanya. (fajar)

Sumber : iranpress
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...