Atas Tindakan Biadabnya Terhadap Ratusan Pria, Tetangga Reynhard Mengaku Kaget

0 Komentar

Salah satu sudut rumah mewah milik keluarga Reynhard Sinaga.

FAJAR.CO.ID — Publik baru percaya bahwa Reynhard Sinaga adalah predator seksual ketika Pengadilan Inggris memvonis dengan hukuman penjara seumur hidup. Hukumannya itu atas kasus pemerkosaan terhadap 195 pria.

Sebagai WNI, Reynhard dan keluarganya merupakan warga Depok. Rumahnya berada di Jalan Dahlia Nomor 16, Kelurahan Pancoranmas, Kecamatan Pancoranmas, Depok, Jawa Barat. Saat JawaPos.com menelusuri rumah mewahnya, para tetangga merasa aneh karena para pewarta mengambil foto dan video rumah Reynhard dan keluarganya. Mereka tak menyangka tetangganya yang merupakan keluarga berada adalah seorang predator seks.

“Oh, pantas dari tadi banyak wartawan yang foto-foto rumahnya. Saya dengar sih berita ada pria perkosa ratusan pria di Inggris, ternyata Reynhard, tetangga di lingkungan sini. Wah enggak menyangka ya,” kata warga di lokasi rumah Reynhard kepada JawaPos.com, Selasa (7/1).

Rumah mewah milik Reynhard dan keluarganya itu memiliki luas 3 hektar. Terdiri dari rumah, convention hall, ruang balai pertemuan, gedung pernikahan, bahkan pemakaman umum.

“Kami kenalnya cuma pemiliknya saja, namanya Pak Sinaga. Tapi kami tak tahu, orangnya yang mana. Anaknya yang mana. Hanya saja warga di sini sering menyewa gedung miliknya. Ada juga pemakaman umum yang sedang dibangun. Atau sewa gedung pernikahan,” jelas warga setempat.

Sementara itu, dilansir dari The Guardian, Selasa (7/1), sahabat Reynhard juga tak menyangka perbuatan biadabnya. Penampilannya yang ramah bukan ancaman melakukan kekerasan apalagi pemerkosaan. Reynhard memiliki tinggi 170 cm, bersuara lembut, suka tersenyum, dan mengenakan kacamata berbingkai tebal.

“Dia baik, lemah lembut, dan sopan,” kata seorang temannya dari Gay Village di Manchester.

Teman-temannya mengatakan mereka tidak tahu tentang kejahatan Reynhard. Pada Juli 2015, dalam percakapan WhatsApp yang dibacakan hakim, dia memberi tahu seorang teman bahwa teman di flatnya telah pindah. “Kau bisa mendapatkan banyak cowok dengan mudah,” kata temannya.

Reynhard Sinaga menjawab dengan mengirimkan foto korban terbarunya. Foto itu adalah foto pria yang pingsan. “Ha…ha…ha… Maksudmu seperti ini?,” kata Reynhard puas saat itu.

“Selalu ada yang baru. Sialan kamu bisa saja dapat yang baru setiap minggu,” tutur temannya.

Teman-teman Reynhard mengatakan sosoknya selalu tertutup dan tak pernah terbuka tentang kamarnya. Pada Januari 2015, setelah memperkosa seorang pria berusia 19 tahun, Reynhard Sinaga mengatakan kepada temannya di grup WhatsApp bahwa dia telah menjemput seorang pria pada malam sebelumnya yang sedang berdebat dengan pacarnya di Factory.

“SuperRey (dia menyebut dirinya bangga) menyelamatkan anak laki-laki dari pacar mereka yang mengerikan,” kata Reynhard.

Terkait asmara, Reynhard Sinaga sebetulnya pernah beberapa kali pernah menjalin hubungan jangka pendek. Seorang teman perempuan mengenang kekasih Reynhard yang bekerja di hotel Ibis di seberang flatnya di Princess Street. Saat itu Reynhard begitu frustrasi.

Reynhard Sinaga juga dikenal tidak pernah kekurangan uang. “Dia selalu keluar, selalu pergi berlibur. Kami bertanya-tanya dari mana dia mendapatkan uangnya karena sepertinya dia tidak pernah bekerja,” kata teman-temannya.

Sekilas Reynhard Sinaga

Reynhard Sinaga dilahirkan pada 1983 di Jambi. Dia kemudian datang ke Inggris pada 2007 dengan visa pelajar ketika berusia 24 tahun. Selama 10 tahun hingga penangkapannya pada 2 Juni 2017, dia hidup dari uang yang ditransfer dari Indonesia oleh ayahnya, seorang bankir dan pebisnis.

Selain membayar puluhan ribu poundsterling untuk biaya sekolah, ayahnya membiayai flat Reynhard Sinaga di Montana House. Lokasi itu hanya beberapa blok dari kelab malam Factory, yang menjadi tempat favoritnya untuk mencari mangsa pria.

Reynhard Sinaga yang dikenal dengan sapaan Rey, jarang berbicara tentang keluarganya atau kehidupannya di rumah. Dia dikabarkan memiliki dua saudara kandung. Ibunya sempat datang ke persidangan dan pra-persidangan pertama. Namun, dari empat persidangan, ibunya sempat tidak datang.

Reynhard Sinaga tidak pernah menyembunyikan preferensi seksualitasnya di Manchester. Dia biasa nongkrong di Canal Street dan di Gay Village. Itu memberikan bukti dalam persidangan keempat karena Reynhard Sinaga mengakui memang menggunakan aplikasi kencan gay termasuk Grindr dan Hornet. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...