Early Warning System Cabai dan Bawang Merah Nasional: Januari-Maret 2020 Aman


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo berulangkali menegaskan komitmen dirinya untuk membangun pertanian berbasis teknologi informasi yang kuat yang memiliki instrumen untuk membangun pertanian melalui pendekatan digital sekaligus membawa pertanian Indonesia ke arah pertanian 4.0.

Sejalan dengan komitmen yang dibangun tersebut, Ditjen Hortikultura mengembangkan instrumen yang mampu memprediksi ketersediaan dan harga selama tiga bulan ke depan yang dikenal dengan Early Warning System atau disingkat EWS. Sistem tersebut mampu menjadi alat peringatan dini atas kejadian yang dapat terjadi beberapa bulan ke depan khususnya cabai dan bawang merah. EWS ini diperlukan sebagai dasar kebijakan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah antisipasi dan juga mitigasi risiko.

Hal ini kembali ditegaskan oleh Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto saat dikonfirmasi mengenai antisipasi pemerintah menjaga stock cabai dan bawang merah di tengah musim hujan ini.

“EWS ini diakui telah bekerja sangat baik terutama menjelang Nataru (Natal dan Tahun Baru) lalu di mana stock bawang merah nasional bulan November-Desember diprediksi turun serta harga cenderung naik. Kita (Kementan-red) sudah mengetahuinya sejak September lalu,” ujar Anton.

Anton menambahkan, pemerintah telah mewaspadai kecenderungan ini sehingga tindakan preventif seperti pertambahan luas tanam di sentra utama terus dilakukan.

“Hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Nataru tanpa gejolak harga yang berarti,” ungkapnya senang.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR