Hasil Uji Kompetensi untuk Jabatan Camat di Wajo Dipertanyakan

0 Komentar

Bupati Wajo, Amran Mahmud, melantik 14 camat di Gedung Pola Kantor Bupati pada, Senin malam, 6 Januari kemarin.

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Bupati Wajo, Amran Mahmud, telah melantik 14 camat barunya, Senin malam, 6 Januari 2020. Sayangnya, penetapan tersebut dipertanyakan lantaran yang dipilih bukan peraih nilai tertinggi.

Dari 14 posisi jabatan camat yang dilelang, Andi Nawaris, yang dilantik sebagai Camat Belawa, bukanlah peraih nilai tertinggi hasil seleksi uji kompetensi.

Pada penetapan yang diumumkan 2 Januari 2019 kemarin, Mantan Sekretaris Camat Sajoangin itu, memiliki nilai kompetensi tertinggi kedua. Nilainya 77,66. Sementara, Eka Syafran mendapatkan nilai tertinggi pertama, yakni 78,20.

Eka Syafran memilih tidak banyak berkomentar dan menerima hasil pelantikan untuk eselon IIIa yang dilaksanakan di Gedung Pola Kantor Bupati Wajo itu.

Ada pun, Kepala Bidang Mutasi, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Wajo, Reza Eka Pratama Nasrun, menjelaskan, hasil seleksi uji kompetensi untuk jabatan camat yang dilaksanakan 13 hingga 19 Desember 2019 lalu, sepenuhnya tidak mutlak sebagai dasar penunjukan.

“Artinya, panitia seleksi (Pansel) hanya menyediakan nilai dan tiga peserta terbaik, siapa yang ditunjuk, itu keputusan bupati walau pun nilainya rendah (bukan yang tertinggi),” sebutnya.

Berbeda jika penunjukan camat tersebut di luar dari tiga peserta terbaik hasil Pansel, maka bupati selaku penentu melakukan pelanggaran. “Begitu Dek. Hasil uji kompetensi sifatnya pertimbangan,” tutupnya. (man)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...