Kekerasan Seksual di Inggris, Ini Langkah KBRI untuk Reynhard Sinaga

0 Komentar

Reynhard Sinaga mencampur minuman keras dengan cairan semacam obat bius untuk membuat korbannya tak sadarkan diri (Facebook)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha menyebut, pemerintah tidak diam atas persoalan hukum yang dihadapi Reynhard Sinaga (36) di Inggris.

Pemerintah melalui KBRI London, memberikan pendampingan kepada Reynhard sejak 2017.

“Fungsi pendampingan kekonsuleran telah dilakukan demi memastikan yang bersangkutan mendapatkan hak-hak hukum sesuai peraturan yang berlaku di negara setempat,” kata Judha saat dihubungi jpnn.com (grup fajar.co.id), Selasa (7/1).

Diketahui, Reynhard mendapatkan hukuman 30 tahun penjara dalam sebuah persidangan pada 30 Januari 2019. Fakta persidangan menyatakan Reynhard terbukti bersalah atas 159 dakwaan.

Rincian dakwaan itu yakni tindak pemerkosaan sebanyak 136 kali, usaha untuk pemerkosaan sebanyak delapan kali, kekerasan seksual sebanyak 13 kali, dan kekerasan seksual dengan penetrasi sebanyak dua kali.

Menurut Judha, Reynhard sudah tidak bisa mengajukan upaya banding atas hukuman yang diterima. Sebab, putusan sidang atas perkara Reynhard sudah memasuki empat tahap.

“Statusnya sudah inkrah,” tegas Judha. (jpnn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...