Pasutri Tan Tiong Tjing dan Elisa Tewas Tertimpa Pohon 10 Meter

Selasa, 7 Januari 2020 10:44

FAJAR.CO.ID, SURABAYA– Warning tentang cuaca ekstrem yang disampaikan BMKG benar-benar terjadi. Kemarin (6/1) hujan dan angin kencang menerjang sejumlah daerah di Jawa Timur. Bahkan, di Surabaya, dua pengendara motor tewas tertimpa pohon yang ambruk karena dihempas angin.

Peristiwa nahas itu terjadi pukul 16.30 WIB kemarin. Saat itu pasangan suami-istri (pasutri) Tan Tiong Tjing dan Elisa melaju dari barat di Jalan Johar, Surabaya. Menurut beberapa saksi, pria 49 tahun tersebut tertimpa pohon cemara setinggi 10 meter. Dia terjepit di antara batang pohon dan kendaraan. Sementara itu, Elisa terpelanting ke jalan. Saking kerasnya, helm yang dikenakannya terlepas. ”Suara benturannya keras. Apalagi, di depan motor itu ada satu pikap,” ungkap Gunadi, saksi mata, kepada Jawa Pos kemarin.

Upaya menolong Tan Tiong Tjing sangat sulit. Sebab, pohon cemara tersebut juga menimpa pikap. Petugas akhirnya datang, kemudian memotong pohon itu dengan gergaji mesin. Tubuh pria malang itu pun bisa dievakuasi. ”Pohonnya didorong enggak bisa. Apalagi digeser ke kanan dan kiri. Harus dengan alat khusus,” tutur pria asal Kalimantan tersebut.

Kedua korban dibawa petugas ke RSUD dr Soetomo. Berdasar pantauan Jawa Pos, cemara itu juga menimpa sebuah warung. Untung, tidak ada korban. Pohon tersebut juga membuat satu tiang saluran telepon patah.

Muhammad Sidi, anggota Trenggana (Relawan Siaga Bencana) Pol PP Jawa Timur, mengatakan bahwa usia cemara yang roboh itu sudah lebih dari 30 tahun. ”Pohon itu sudah lama. Akarnya juga tidak kuat, ditambah lagi hujan dan angin kencang. Memang sudah waktunya dipotong,” jelasnya kemarin.

Bagikan berita ini:
6
3
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar